Antisipasi Peredaran Narkoba, Polri Tingkatkan Operasi Akhir Tahun

JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri melaksanakan Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD) dengan sandi operasi Baruna 2021 dalam rangka mengantisipasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba jelang akhir tahun.

“Memprediksi ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyelenggarakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan diberi nama sandi Baruna 2021,” kata Direktur Tindak Pidana Ntarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Haloman Siregar dalam ekspos pengungkapan kasus narkoba di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis.

Krisno menjelaskan, operasi Baruna 2021 salah satu upaya Polri dalam pencegahan dan penindakan peredaran gelap serta penyalahgunaan narkoba, kegiatan itu dilaksanakan oleh Bareskrim Polri melibatkan 34 polda beserta jajaran dan instansi terkait seperti Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Operasi yang berlangsung dari tanggal 17 November 2021 sampai akhir tahun, telah dilakukan beberapa pengungkapan tindak pidana peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Salah satunya pengungkapan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai di Perairan Aceh, berbatasan dengan perairan Malaysia.

“Tanggal 16 Desember dan tanggal 17 Desember 2021 dilakukan pengungkapan peredaran gelap narkoba jaringan Malaysia-Indonesia,” kata Krisno.

Pengungkapan tersebut, kata Krisno, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap satu kapal nelayan yang baru melakukan penjemputan paket narkoba dari Malaysia. Terdapat tiga orang tersangka, satu buronan dalam pengejaran, dan barang bukti yang disita sabu seberat 222.000 gram bruto, 200 ribu butir pil ekstasi dan 47.500 butir Erimin 5/H5.

Lihat juga...