Bakamla RI-MKN Malaysia Bahas Penerapan Kesepakatan Penanganan Nelayan Tersesat

Pada diskusi yang digelar virtual juga dibahas pentingnya mengidentifikasi koordinat kapal penangkap ikan kedua negara dalam hal penegakan hukum, khususnya lokasi kapal terdeteksi dan lokasi kapal dihentikan.

Sementara itu dalam pengantarnya, Laksda I Putu Arya Angga menyatakan dari pertemuan tinjauan keenam di Pulau Pinang Malaysia, pada November 2019 masih terdapat hambatan dan tantangan dalam implementasi MoU Common Guidelines dan Common Best Practice sebagaimana disepakati dalam pertemuan tinjauan keempat.

Hambatan dan tantangan terutama dalam penerapan terbaik secara menyeluruh yang masih memerlukan sosialisasi kepada para nelayan dan pengguna laut serta para penegak hukum kedua negara.

Ia mengajak peserta pertemuan untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi mencari jalan keluar dan solusi yang baik dalam implementasi MoU Common Guidlines, sehingga manfaatnya dirasakan dua negara.

“Marilah kita bersama-sama berkomitmen untuk mendukung implementasi ‘common best practices’ yang telah kita sepakati bersama. Kami yakin bahwa dengan kesepakatan kita bersama terhadap ‘common best practices’, nantinya implementasi dari MoU common guidelines ini akan lebih baik lagi kedepannya khususnya dalam rangka melindungi kesejahteraan nelayan kecil atau tradisional serta perlindungan lingkungan laut di wilayah ‘unresolved maritime boundary areas’,” kata dia. [Ant]

Lihat juga...