Banjir Genangi Puluhan Rumah di Kawasan Kota Kabupaten Jember

JEMBER, JAWA TIMUR — Puluhan rumah di kawasan kota Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu petang, tergenang banjir hingga ketinggian 70 cm dan menyebabkan lalu lintas jalan protokol di Jalan Hayam Wuruk di kabupaten setempat macet total.

“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sebagian wilayah di Jember, sehingga sungai dan saluran air, serta selokan tidak mampu menampung debit air yang cukup deras,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo di Jember, Rabu.

Menurutnya, air meluap ke pemukiman warga di Kelurahan Mangli, Kelurahan Sempusari dan Kelurahan Kaliwates di Kecamatan Kaliwates yang merupakan kecamatan kota di Kabupaten Jember dengan ketinggian 30 – 70 cm.

“Ada empat titik lokasi banjir di Kecamatan Kaliwates dengan total sekitar 80 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak banjir dengan total 234 orang, lansia 14 orang, balita 15 orang, dan satu orang ibu hamil,” tuturnya.

Ia menjelaskan lokasi banjir pertama terjadi di lingkungan Karangmluwo, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates yang menyebabkan 43 rumah terendam banjir dengan jumlah warga sebanyak 126 orang di antaranya 10 orang lansia dan tujuh balita, serta satu Pondok Pesantren Baitul Ilmi dengan jumlah santri 23 orang terendam air setinggi 30 cm.

Lokasi banjir kedua di Lingkungan Mrapah, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates dengan jumlah warga yang terdampak 23 kepala keluarga, empat orang lansia, dan delapan balita dan ibu hamil satu orang.

Lokasi banjir ketiga di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates yang berdampak sepanjang jalan tergenang setinggi 40 cm, sehingga lalu lintas macet total.

Lokasi keempat yakni di lingkungan Condro, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates dengan jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 14 KK.

Heru mengatakan BPBD Jember mengimbau masyarakat waspada terhadap curah hujan intensitas tinggi dan perlunya penanganan serius dari dinas terkait untuk normalisasi sungai karena kejadian banjir sering terulang, sehingga perlunya sudetan di aliran sungai penyebab banjir.

“Kami juga mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak dan perlunya penyedotan air dengan pompa di Ponpes Baitul Ilmi,” ujarnya. [Ant]

Lihat juga...