Basarnas Kendari Siagakan 126 Personel Hadapi Natal-Tahun Baru

KENDARI – Basarnas Kendari menyiagakan 126 personel dalam menghadapi Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di wilayah kerjanya, di daerah Sulawesi Tenggara dan Sorowako, Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi, mengatakan siaga SAR khusus mulai 17 Desember 2021 hingga 4 Januari 2022.

“Siaga SAR khusus dalam rangka kesiapsiagaan Basarnas untuk mendukung kegiatan pengaturan dan pengendalian transportasi selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, dalam masa pandemi Covid-19,” katanya di Kendari, Jumat (17/12/2021).

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menggelar apel pembukaan siaga SAR khusus Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, dipimpin langsung Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi dan diikuti seluruh personel Basarnas Kendari.

Ia menyampaikan, siaga SAR khusus guna mewujudkan pelayanan SAR yang cepat, tepat, aman, dan andal.

Ia menekankan kepada para petugas siaga SAR khusus agar menjaga sikap yang sopan dan santun, baik dalam berkoordinasi dengan instansi terkait maupun melaksanakan misi penyelamatan di lapangan, mengikuti prosedur, menunjukkan bahwa mereka bekerja secara profesional dengan mengingat, bahwa tugas ini mulia.

Dia merinci, peronel yang melaksanakan siaga SAR khusus terdiri atas penanggung jawab satu orang, koordinator siaga empat orang, rescuer KKP Kendari 33 orang, petugas komunikasi lima orang, ABK KN SAR Pacitan 13 orang, ABK RB 210 tujuh orang, ABK RB 307 enam orang, tenaga pendukung ABK 19 orang.

Selain itu, Pos SAR Kolaka enam orang, Pos SAR Baubau enam orang, Pos SAR Wakatobi 10 orang, Unit Siaga SAR Konawe Utara empat orang, Unit Siaga SAR Luwu Timur, Sulawesi Selatan empat orang, dan Unit Siaga SAR Muna lima orang.

Basarnas Kendari juga menyiapkan perlengkapan, di antaranya sarana air terdiri atas KN SAR Pacitan satu unit, RB 210 satu unit, RB 307 satu unit, RIB empat unit, Jet ski dua unit, dan perahu karet 10 unit.

Sarana darat terdiri atas rescue car 11 unit, ambulans satu unit, ATV tiga unit, rescue trail 11 unit, truck personep enam unit, rescue truck satu unit, peralatan SAR darat empat set. Peralatan pendukung juga disiagakan, antara lain peralatan medis, peralatan selam, dan tenda peleton.

“Untuk alat komunikasi, kami menyiapkan stasion komunikasi lapangan, menyiapkan jaring komunikasi, mengantisipasi putusnya jaringan komunikasi yang disediakan provider dengan jaringan yang berbasis satelit dan ‘handphone’ atau ruggear,” ujar Aris.

Aris menyebut, beberapa titik lokasi yang menjadi tempat pemantauan, seperti Pelabuhan Nusantara, Pelabuhan Wanci, Pelabuhan Wawonii yang masing-masing terletak di Kota Kendari, serta Pelabuhan Torobulu di Kabupaten Konawe Selatan.

Selain itu, Pelabuhan Murhum Kota Baubau, Pelabuhan Raha di Kabupaten Muna, pelabuhan penyeberangan Kolaka-Bajoe di Kabupaten Kolaka, Bandara Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan, Bandara Betoambari Kota Baubau, dan Bandara Matahora di Kabupaten Wakatobi.

“Serta beberapa titik wisata di daerah Kota Kendari, Baubau, Kabupaten Kolaka, Wakatobi, Konawe Utara, Muna dan Kabupaten Luwu Timur di Provinsi Sulawesi Selatan,” demikian Aris. (Ant)

Lihat juga...