Beijing Perketat Protokol Kesehatan

BEIJING – Empat puluh hari menjelang pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin (Winter Olympic), Pemerintah Kota Beijing, Cina, memberlakukan kebijakan protokol kesehatan Covid-19 lebih ketat.

Langkah itu diambil pemerintah kota antara lain, dengan mengimbau warganya agar tidak berlibur ke luar wilayah pada perayaan Tahun Baru 2022 dan Tahun Baru Imlek.

Beijing menghadapi dua risiko Covid-19 dari masyarakat lokal dan merebaknya wabah varian Omicron di luar negeri, sehingga kebijakan dinamis nol kasus terkait liburan Tahun Baru Imlek dan Winter Olympic harus diperketat, demikian diumumkan Pemkot Beijing, Jumat (24/12).

Warga di distrik yang ada kasus positif tidak diizinkan bepergian ke luar kota tanpa tujuan yang mendesak, kata juru bicara Pemkot Beijing, Xu Hejian, kepada pers.

Ia menekankan kepada perusahaan-perusahaan swasta agar memberlakukan jam kerja secara fleksibel, supaya pekerjanya tidak keluar-masuk Beijing pada hari-hari sibuk.

Siapa pun yang hendak kembali ke Beijing harus menunjukkan hasil tes negatif PCR dengan masa berlaku 24 jam.

Beijing juga memberlakukan pembatasan kehadiran peserta di acara pertemuan massal dengan maksimal 10 orang.

Taman, objek wisata, perpustakaan, museum, restoran, dan kafe boleh beroperasi dengan tingkat kunjungan tidak lebih dari 75 persen daya tampung.

Tempat-tempat ibadah mempersyaratkan pengunjung mendaftar dan memindai kode kesehatan.

“Kami juga akan menangguhkan paket-paket kunjungan wisatawan antarprovinsi selama musim liburan,” kata Xu.

Kebijakan ketat tersebut diambil setelah Kota Xian, Provinsi Shaanxi, menerapkan penguncian wilayah (lockdown) pada Kamis (23/12) setelah kedapatan 234 kasus positif.

Cina pada musim dingin ini juga sedang menghadapi wabah demam berdarah selain juga Covid-19.

Winter Olympic akan digelar di Beijing pada Februari 2022 dengan menerapkan sistem kawasan tertutup (close loop) bagi pihak-pihak yang dilibatkan, terutama atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan. (Ant)

Lihat juga...