BPBD : Kerugian Akibat Banjir di Pasaman Barat Rp3,1 Miliar Lebih

SIMPANG EMPAT — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatat sekitar Rp3,1 miiar lebih kerugian akibat banjir dan longsor di beberapa lokasi yang terjadi pada Sabtu (18/12).

“Kerugian itu dari hasil sementara yang kita kumpulkan. Tidak ada korban jiwa pada musibah itu,” kata Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Azhar di Simpang Empat, Selasa.

Ia mengatakan kerugian itu berasal dari kerusakan rumah, lahan pertanian dan fasilitas umum lainnya.

Menurutnya, dampak banjir di Kejorongan Aek Napal Kecamatan Ranah Batahan yakni 93 unit rumah terendam banjir, delapan rumah hanyut, dua rumah rusak berat dan terancam ambruk.

Kemudian 30 hektare lahan pertanian terendam banjir, kerusakan jalan tujuh meter dengan tiga meter lebar.

Selanjutnya di Jorong Tamiang Nagari Batahan 150 unit rumah terendam banjir dan 25 hektare sawah terendam banjir.

Di Jorong Kampung Baru satu unit rumah rusak ringan, di Jorong Pasir Panjang Batahan satu unit jembatan gantung hanyut dan di Jorong Sawah Mudik Batahan longsor sepanjang 20 meter.

Seterusnya di Jorong Koja Kinali dusun IV jalan terendam banjir, 800 hektare lahan kelapa sawit terendam banjir dan jalan amblas sepanjang 10 meter.

Jorong Langgam Kinali DAM irigasi jebol, 20 hektare sawah terendam banjir dan 60 hektare perkebunan terendam banjir.

Kemudian di Padang Canduah, Bunut Kinali, Koto Sawah Ujung Gading, Pasir Bintungan Air Gadang dan Jorong Labuah Lurus Aia Gadang juga rumah terendam air dan lahan pertanian dan kelapa sawit terendam banjir.

BPBD memprediksi, jumlah kerugian tersebut masih bertambah. Kerugian terbesar karena terdapat kerusakan pada bangunan rumah dan permukiman masyarakat, selain itu juga terdapat kerusakan di area pertanian serta fasilitas umum.

Lihat juga...