Dampak Abrasi, Lanal Maumere Hentikan Sementara Latihan Menembak

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Dampak angin kencang dan gelombang membuat terjadinya abrasi di pesisir pantai utara termasuk di wilayah Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ditemui di Markas Pangkalan TNI AL (Lanal) Maumere, Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi menyebutkan, pihaknya pun terkena dampak abrasi laut.

“Karena ada hantaman ombak terus menerus sehingga membuat tembok pembatas kami yang berbatasan dengan pantai rubuh terutama persis di lokasi lapangan menembak,” ujar Dwi Yoga.

Menurut Dwi Yoga, pasca tembok rubuh pihaknya tidak pernah latihan menembak karena sangat mengkhawatirkan keselamatan masyarakat sekitar.

Disebutkan, anak-anak kecil warga Nangahure yang tinggal di sebelah kompleks Lanal Maumere pernah memanjat gundukan tanah melewati pagar yang rubuh dari arah pantai.

Lanjutnya, padahal arah ke utara menghadap laut yang temboknya rubuh menjadi lokasi latihan menembak yang sebelumnya tertutup tembok.

“Padahal tembok ini sudah disusun dari tanah, kayu dan ban bekas. Kalau ada tembok kami jamin aman dan sebelumnya setiap kali ada latihan menembak kami mengimbau kepada masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Dwi Yoga mengatakan, imbauan kepada masyarakat harus dilakukan dan ada personel yang menjaga agar warga jangan melintas.

Dirinya menambahkan, setelah rubuhnya tembok pembatas dengan pantai, ada permintaan masyarakat agar pihaknya untuk sementara waktu jangan melaksanakan latihan menembak.

Hal ini kata dia karena sangat membahayakan warga masyarakat sekitar dan pihaknya pun tetap melaksanakan permintaan masyarakat.

“Untuk sementara waktu latihan menembak tidak kami laksanakan dahulu sebelum ada pembangunan kembali tembok pembatas. Prosedur keamanan tetap kami utamakan karena demi keselamatan warga masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu Dias, salah seprang warga Nangahure yang ditemui di pesisir pantai mengakui dengan rubuhnya tembok tersebut maka pihaknya pun meminta kepada Lanal Maumere agar untuk sementara latihan menembak ditiadakan dahulu.

Dias mengakui, banyak anak-anak sering bermain di pantai sehingga takutnya anak-anak memanjat gundukan tanah hingga masuk ke areal di lokasi menembak.

“Kami meminta agar untuk sementara pihak Lanal Maumere menunda sementara latihan menembak karena sangat beresiko setelah tembok pembatasnya rubuh. Kami takut ada peluru nyasar,” pintanya.

Disaksikan Cendana News, tembok pembatas antara kompleks Lanal Maumere tepatnya persis di sebelah utara lokasi latihan menembak rubuh akibat tergerus abrasi.

Panjang tembok pembatas yang rubuh sekitar 6 meter sementara sepanjang sekitar 25 meter lainnya pun terancam rubuh karena tergerus abarasi di bagian dasarnya serta temboknya terkena hantaman gelombang saat pasang.

Lihat juga...