Dr. Rusmono Bekerja dalam Suasana Kekeluargaan Bersama Ibu Tien Soeharto

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Dr. Rusmono, SKM., mantan dokter pribadi Presiden ke-2 RI, HM Soeharto, semasa hidup dikenal sebagai sosok pemimpin yang kharismatik, dengan pengetahuan mendalam dan pemikiran yang bernas dan teliti tentang berbagai hal.

“Beliau melaksanakan segala sesuatu dengan tenang,” kata Donna Sita Indria, Jumat (17/12/2021), salah satu orang dekat Dr. Rusmono, SKM (alm), yang juga penulis buku ‘Serangkum Disposisi Presiden Soeharto & lbu Negara’.

Buku tersebut ditulis berdasarkan disposisi surat-surat yang ditujukan kepada Presiden Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto, yang disimpan rapi semasa hidup alm Dr. Rusmono.

Dona menyebut salah satu contoh sikap almarhum,  di antaranya ketika almarhum mengumpulkan Arsip Statis Presiden Soeharto yang diserahkan oleh putri Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada 18 Juli 2019.

Donna Sita Indria (kiri) saat menyerahkan buku dr. Rusmono “Serangkum Disposisi Presiden Soeharto & lbu Negara” kepada DR. Tun Mahathir Mohamed, Perdana Menteri Malaysia 2 Januari 2020. -Dok: Dona Sita Indria

“Arsip itu terdiri dari 19 rol microfilm berisi pidato Presiden Soeharto, 10 rol microfilm pidato Ibu Negara Tien Soeharto, microfilm juga tentang kumpulan Sidang Kabinet 1967-1998, Proklamasi Integrasi Balibo, foto-foto kegiatan Presiden Soeharto. Mbak Tutut, (sapaan akrab putri sulung Presiden Soeharto –red)  juga meminjamkan satu unit alat baca microreader kepada ANRI,” ungkap Donna Sita Indria.

Donna Sita Indria juga mengungkapkan kenangan paling berkesan mengenai sosok almarhum, yaitu ketika dr. Rusmono dan Hedijanto sama-sama bertugas rangkap di RSAB dan di RS Jantung Harapan Kita.

“Suatu kali beliau berdua mengajukan THR yang juga rangkap dan dijawab Ibu Tien Soeharto selaku Ketua Dewan Penyantun kedua rumah sakit besar itu dengan kalimat, ‘THR nya cukup satu saja’. Kemudianm almarhum menjawab, ‘Siap, Bu.’ Lalu, Ibu Tien bertanya lagi, ‘Kenapa minta THR dobel?’. Dijawab oleh almarhum, ’Namanya juga usaha, Bu ….,” demikian Donna Sita Indria, mengenang.

Donna Sita Indria, pun kemudian menggambarkan suasana bekerja yang sangat kekeluargaan dengan Ibu Tien Soeharto, dan ketegasan Ibu Negara dalam memimpin tim kerjanya.

Lihat juga...