Dusun Polaman Jadi Percontohan Program Diversifikasi Mina Padi di Bantul

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Dusun Polaman, Argorejo, Sedayu, ditetapkan sebagai salah satu kawasan percontohan program diversifikasi pertanian mina padi di kabupaten Bantul.

Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa, Yayat Supriatna. Foto: Jatmika H Kusmargana

Dimulai sejak tahun 2020 lalu, akselerasi peningkatan hasil usaha pertanian ini juga dipadukan dengan pengembangan ekonomi kawasan berbasis eko wisata.

Selain menyuguhkan tempat rekreasi edukasi mina padi, dusun Polaman juga dilengkapi sejumlah fasilitas pengungkit ekonomi seperti pasar ikan, hingga stand kuliner hasil olahan warga.

“Diversifikasi pertanian melalui mina padi, yang dipadukan dengan agro wisata dan kuliner semacam ini bisa mendongkrak pendapatan petani. Karena petani tidak hanya mendapatkan pemasukan saat panen saja. Namun juga dari tiket wisata, penjualan ikan segar, olahan makanan, parkir,” ujar Staf Ahli Bupati Bantul, bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Yus Warseno, Rabu (22/12/2021).

Selain terus melakukan inovasi usaha semacam ini, Yus menilai, para petani modern juga wajib memiliki kemampuan manajemen, agar usahanya bisa terus berkembang dan semakin maju. Pasalnya dengan kemampuan manajemen yang baik, setiap persoalan akan bisa dipetakan dan dicarikan solusinya.

“Selama ini, salah satu persoalan sulitnya pengembangan usaha di sektor pertanian dan perikanan adalah kurangnya kemampuan manajemen di kalangan petani. Karena itu, petani harus terus didorong agar memiliki kemampuan manajemen usaha yang baik. Ini bisa dilakukan lewat pendampingan dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Lihat juga...