Edukasi Siswa Jadi Agen Anti Korupsi, Selamatkan Masa Depan Bangsa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Pelantikan dilakukan secara simbolis terhadap empat siswa di Aula SMA 15 Semarang. Sedangkan siswa dari sekolah lain di Jateng mengikuti pelantikan secara daring.

“Para pelajar sebagai generasi muda, memang sebagai agen anti korupsi harus mampu mengasah kepekaannya terhadap indikasi korupsi di lingkungan sekitar. Caranya mulai dari hal-hal sederhana. Mulailah dari hal yang sederhana, jujur, tidak menyontek, tidak bolos dan lainnya,” kata Ganjar.

Terlebih pada hari ini, Kamis 9 Desember merupakan Hari Anti Korupsi.

“Karena bertepatan dengan Hari Antikorupsi, maka saya sekalian mau cek apakah pendidikan antikorupsi sudah jalan atau belum. Ternyata di beberapa sekolah sudah jalan dan yang belum kita dorong,” katanya.

Pendidikan anti korupsi lanjut Ganjar tidak perlu dimunculkan lewat mata pelajaran atau kurikulum baru. Pendidikan antikorupsi bisa diinternalisasikan pada banyak mata pelajaran yang ada.

“Diinternalisasikan lewat PPKN bisa, MTK apalagi pendidikan agama pasti bisa. Caranya juga mudah, bisa buat kantin kejujuran, dan lainnya,” terangnya.

“Kalau sejak anak-anak bisa menjadi agen antikorupsi, maka mereka akan saling mengingatkan. Kalau mereka menjadi agen, mereka tidak hanya melapor, tapi jadi pelopor. Harapan kita anak-anak kelak terbiasa dengan gaya hidup bersih baik di pikiran maupun perbuatan,” pungkas Ganjar.

Lihat juga...