Fase Pasang Air Laut Hambat Kegiatan Nelayan Teluk Lampung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Fase pasang air laut dominan terjadi sore hingga malam di sejumlah wilayah seperti di Kecamatan Teluk Betung, Teluk Betung Barat, Teluk Betung Timur, Bumi Waras menyebabkan sejumlah fasilitas dermaga, permukiman nelayan di pesisir Teluk Lampung terdampak banjir rob.

Samiran, warga Kelurahan Sukamaju, Teluk Betung Timur menyebutkan, fase pasang air laut berimbas banjir rob merupakan hal biasa. Namun banjir berdampak bagi permukiman nelayan.

Samiran bilang sudah mendapat informasi perubahan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pada informasi prakiran cuaca, perubahan fase air laut dipengaruhi oleh La Nina.

Perubahan kondisi perairan berupa angin kencang, gelombang pasang disertai hujan. Warga permukiman tepi pantai Teluk Lampung sebutnya mengantisipasi dengan menyiapkan talud karung berisi pasir. Meski terjadi banjir rob ketinggian air tidak separah tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya di wilayah gudang lelang air naik ke daratan hingga puluhan meter, karena bersamaan dengan banjir rob hujan juga turun, berimbas banjir sejumlah sungai, selama hampir sepekan fase air pasang disertai rob memang terjadi, tapi masih wajar,” terang Samiran saat ditemui Cendana News, Rabu (8/12/2021).

Samiran bilang imbas banjir rob sebagian warga harus menyelamatkan barang ke lokasi lebih tinggi. Antisipasi kondisi lingkungan yang selalu berubah, sejumlah warga meninggikan kontur rumah dengan membuat konstruksi rumah panggung. Sebagian warga sengaja tinggal dekat area pantai dengan memanfaatkan rumah kayu, bambu.

Harsono, nelayan di pelabuhan perikanan Lempasing mengaku fase banjir rob naik hingga ke dermaga. Imbas gelombang air laut, area tambat perahu pada pelabuhan sebagian miring dan amblas semakin dalam. Kontruksi bangunan yang semula datar sebagian miring bahkan air laut naik ke area dermaga. Sejumlah perahu nelayan ditambatkan pada area dermaga yang terlindung hindari hanyut oleh gelombang.

“Sebagian nelayan dengan perahu berukuran kecil ditambatkan dekat rumpun bakau karena lebih aman,” ulasnya.

Sejumlah perahu nelayan sandar di dermaga Gudang Lelang, Kecamatan Bumi Waras Bandar Lampung, Rabu (8/12/2021). Foto: Henk Widi

Imbas fase gelombang tinggi, Harsono bilang harus memindahkan kayu untuk pembakaran. Kayu bakar yang dikeringkan pada tepi pantai sebagian basah dan berpotensi hanyut.

Selain oleh gelombang laut, hujan yang selalu turun setiap hari berdampak pada proses produksi ikan asin. Imbas penghujan pengeringan ikan teri, ikan asin mengandalkan sinar matahari terhambat. Pengeringan ikan semula berlangsung dua hari bisa mencapai empat hari.

Dampak fase air pasang diiringi banjir rob ikut berdampak pada warga di pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Barat. Herdian, warga pembuat ikan asin menyebut mobilitas warga melalui jembatan terhambat.

“Saat pasang tertinggi sebagian kendaraan becak motor tidak bisa melintas karena ada titik jembatan lebih rendah, terdampak air laut pasang,”ulasnya.

Fase air laut pasang dan banjir rob sebut Herdian berdampak bagi lingkungan. Pulau Pasaran yang dihubungkan dengan wilayah daratan berada dekat sungai Way Balau. Saat penghujan disertai banjir rob sebagian permukiman di pulau tersebut mendapat kiriman sampah. Dominasi sampah plastik berasal dari pembuangan sampah di sungai. Imbasnya saat gelombang pasang membawa material sampah ke pulau Pasaran.

Lihat juga...