Gelar RAT, Koperasi DCML Argomulyo Paparkan Kendala Selama Pandemi Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Argomulyo, Sedayu, Bantul menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) tahun buku 2020 bertempat di desa setempat Rabu (22/12/2021).

Pelaksanaan RAT Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo ini baru bisa digelar pada Desember 2021 ini, atau mundur dari jadwal sebelumnya pada April 2021 lalu, karena sejumlah kendala. Salah satunya adalah adanya pandemi Covid-19 yang mulai merebak sejak April 2020.

Digelar secara sederhana dengan dihadiri sejumlah pengurus, pengawas maupun anggota secara terbatas, dalam RAT tahun buku 2020 ini pengurus Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo memaparkan capaian serta evaluasi program kerja koperasi sepanjang tahun 2020.

Di awal acara, seluruh peserta menyempatkan diri melakukan pembacaan doa kepada almarhum bapak HM Soeharto, almarhumah ibu Tien Soeharto, dan almarhum bapak Subiyakto Cakrawedaya. Doa dipimpin oleh Manajer Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo Gatot Nugroho.

Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Gatot Nugroho, mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang cukup berat bagi semua lapisan masyarakat. Adanya bencana Pandemi Covid 19 diketahui sangat berdampak pada kegiatan masyarakat di segala bidang termasuk di DCML Argomulyo.

“DCML Argomulyo sangat terdampak adanya bencana Pandemi Covid-19. Apalagi Desa Argomulyo ini merupakan daerah destinasi wisata dengan Museum Memorial HM Soeharto sebagai pusatnya. Banyak warga masyarakat anggota Koperasi yang usahanya bergantung dari kunjungan wisatawan dan hal ini sangat berpengaruh kepada program kegiatan di koperasi maupun di DCML Argomulyo,” katanya.

Meski begitu, Gatot menegaskan pihaknya selama ini telah berusaha semaksimal mungkin mengembangkan kegiatan masyarakat melalui kemandirian pangan, pembinaan masyarakat petani dengan kegiatan pertanian terpadu. Termasuk bersinergi dengan berbagai pihak mulai dari Bupati Bantul, anggota DPRD Kabupaten Bantul, dinas terkait, Pemerintah Desa setempat.

“Adanya wabah Pandemi covid 19 pada awal bulan Maret 2020 mengakibatkan semua kegiatan wisata dan perekonomian di lingkungan Museum HM. Soeharto macet. Mengikuti ketentuan pemerintah baik pusat, DIY maupun kabupaten Bantul, maka Museum tidak melayani pengunjung. Dengan tutupnya museum dan berkurangnya aktivitas kunjungan di museum, maka secara langsung berdampak pada unit usaha koperasi mulai dari Warung Kita, Kampung Homestay, hingga Modal Kita,” ungkapnya.

Meski mengalami berbagai kendala akibat pandemi Covid-19, namun Gatot yakin, berbagai program Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo yang sebelumnya terhambat, dapat diperbaiki di tahun mendatang. Tentu saja dengan dukungan dan arahan berbagai pihak, khususnya Yayasan Damandiri sebagai pendamping koperasi.

“Pelan-pelan akan mulai kita kondisikan kembali kegiatan koperasi di masyarakat yang kemarin-kemarin sempat macet. Seperti misalnya usaha perekonomian akan kita bina dan gerakkan dengan pemanfaatan teknologi digital. Mudah-mudahan, pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir sehingga berbagai kegiatan pemberdayaan bagi warga desa bisa kembali dilaksanakan,” pungkasnya.

Lihat juga...