IHSG Ditutup Melemah 19,2 Poin, Dibayangi Kekhawatiran Penyebaran Omicron

JAKARTA — Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada penghujung tahun 2021, dibayangi kekhawatiran penyebaran varian Omicron.

IHSG ditutup melemah 19,2 poin atau 0,29 persen ke posisi 6.581,48. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,81 poin atau 0,51 persen ke posisi 931,41.

“Menjelang penutupan akhir tahun 2021, pasar tampaknya diselimuti implikasi dari COVID-19 varian Omicron yang menyebar dengan cepat dan telah masuk ke beberapa negara termasuk ke Indonesia,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Kamis.

Penyebaran Omicron tersebut dinilai menjadi kecemasan bagi pelaku pasar dan investor terhadap pemulihan ekonomi pada 2022 dan membuat pergerakan IHSG relatif terbatas pada hari ini.

Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejak Januari hingga 27 Desember 2021 yang mencapai Rp278,71 triliun atau setara dengan 97,79 persen dari target 2021 sebesar Rp285 triliun, menjadi katalis positif terhadap naiknya permintaan kredit pada sepanjang 2021.

Selain itu pelaku pasar mencermati target pemerintah yang menyampaikan potensi anggaran PEN dapat terealisasi sebesar 88,5 persen pada akhir 2021.

Hal tersebut tentu menjadi katalis positif mengingat hambatan pada distribusi cukup besar di mana penyebaran varian delta menurunkan ekspektasi tercapainya target tersebut.

Lihat juga...