Indonesia Perlu Tingkatkan Pengurutan Genom Deteksi Varian Covid-19

Epidemiolog dari Universitas Indonesia Masdalina Pane berbicara dalam diskusi virtual Membendung Transmisi Omicron di Jakarta, Jumat (24/12/2021). -Ant

Di samping itu, Masdalina menuturkan hasil analisis sesungguhnya menunjukkan peningkatan kasus pada bulan Januari-Februari 2021 lebih disebabkan infeksi varian Delta.

Saat itu, varian Delta sudah masuk di Indonesia pada 7 Januari dan 8 Januari 2021 berdasarkan hasil pengurutan genom (whole genom sequencing) yang dikumpulkan di GISAID, namun pemerintah baru merilis infeksi Covid-19 akibat varian Delta pada Mei 2021.

Itu berarti ada waktu hampir 120 hari dari sejak kasus terdeteksi dengan jarak rilis pemerintah, sehingga Masdalina menilai itu sudah sangat terlambat sekali untuk intervensi pengendalian Covid-19, karena varian Delta bertransmisi dan sudah menular ke mana-mana dan mengakibatkan bom waktu lonjakan kasus Covid-19.

Karenanya, penting sekali melakukan lebih banyak pengurutan genom menyeluruh dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 untuk menemukan varian-varian yang sedang beredar di Tanah Air.

Kegiatan surveilans Covid-19 juga harus ditingkatkan, sebagai upaya pemantauan terhadap penyebaran penyakit Covid-19 untuk menemukan pola perkembangan dari penyakit tersebut. (Ant)

Lihat juga...