Jelang Rilis Data Inflasi AS, Rupiah Melemah Tipis

JAKARTA — Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore ditutup melemah tipis menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat malam ini.

Rupiah sore ini ditutup melemah 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.371 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.367 per dolar AS.

“Pelaku pasar bertaruh bahwa angka inflasi yang lebih tinggi dan pasar tenaga kerja yang ketat dapat memacu The Fed untuk mempercepat pengurangan aset dan menaikkan suku bunga lebih awal dari yang diperkirakan,” kata analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat.

Data inflasi konsumen AS sudah berada di atas lima persen selama enam bulan terakhir, jauh di atas target inflasi The Fed di dua persen.

Ekonom berpendapat bahwa laju tahunan di AS akan meningkat dan terus naik hingga mendekati tujuh persen pada awal tahun baru.

Sementara itu, data yang dirilis pada Kamis (9/12/2021) menunjukkan sebanyak 184.000 klaim pengangguran awal diajukan sepanjang minggu, jumlah terendah dalam lebih dari 52 tahun.

Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya menyebutkan bahwa pelaku pasar menantikan kebijakan suku bunga dari beberapa bank sentral dunia pada pekan depan, termasuk The Federal Reserve, European Central Bank, dan Bank of England.

Fokus pasar pada kebijakan moneter dari bank sentral terkait kondisi ekonomi global yang terhambat oleh wabah COVID-19. The Fed telah memberikan outlook yang hawkish pada kebijakan moneternya untuk 2022 mendatang.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 pada Kamis (9/12/2021) kemarin mencapai 220 kasus, sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,26 juta kasus.

Lihat juga...