Kapal Tol Laut Atasi Kelangkaan Bahan Pokok di Perbatasan

NUNUKAN – Program tol laut Presiden Jokowi sejak periode pertama pemerintahannya, sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kaltara, karena mampu mengatasi kelangkaan bahan pokok sehari-hari.

“Selain itu, program tol laut ini juga dapat mengimbangi stabilitas harga, karena ketersediaan bahan pokok produk dalam negeri didatangkan setiap dua kali sepekan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Dian Kusumanto di Nunukan, Senin (13/12/2021).

Ia menjelaskan, bila tidak ada kapal penumpang yang mengangkut bahan pokok dari Sulsel, ada kapal tol laut yang bisa diharapkan untuk mengangkut bahan pokok lagi.

Kapal melalui program tol laut yang mengangkut barang-barang kebutuhan masyarakat perbatasan datang dari dua daereah di Indonesia. Pertama Pelabuhan Surabaya, Jatim yang diangkut menggunakan kontainer sekali dalam sebulan dan Pelabuhan Makassar, menggunakan kapal Kendaga Nusantara 6 yang masuk di Kabupaten Nunukan dua kali setiap bulan.

Kapal tol laut ini melakukan pembongkaran di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik dengan mengangkut bahan bangunan, makanan ringan (snack), pakan ternak dan air mineral, ucap Dian Kusumanto.

Kemudian dia beralasan, pengiriman barang bahan kebutuhan pokok lainnya tidak menggunakan kapal tol laut seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung dan lain-alinnya sebagai bentuk pemberdayaan kapal angkutan Ro-ro dari Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulsel.

“Kalau bahan pokok lainnya seperti gula pasir, minyak goreng, beras dan lain-lainnya itu kita memang tidak minta melalui tol laut karena kita maunya memberdayakan juga kapal ro-ro yang ada dari Parepare,” ujar dia.

Ia mengkhawatirkan bila tidak mengangkut barang melalui kapal ro-ro, akhirnya ke depan tidak mau lagi sehingga masyarakat perbatasan di Kabupaten Nunukan dapat mengalami kekurangan bahan pangan bila kapal ro-ro tidak beroperasi.

Sementara sebagian besar bahan pokok masyarakat Kabupaten Nunukan didatangkan dari Sulsel. Karena itu, guna mengatasi kelangkaan bahan pokok maka semua sarana transportasi diberikan keleluasaan untuk mengangkutnya. (Ant)

Lihat juga...