Kasus DBD Periode Januari-November 2021 di Mukomuko Turun Drastis

MUKOMUKO — Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu menyebutkan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) periode Januari-November 2021 mencapai 16 orang, turun drastis dibanding periode yang sama tahun 2020 sebanyak 119 orang.

“Kasus DBD turun drastis kemungkinan karena kesadaran warga dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggalnya semakin meningkat,” kata Pengelola Program DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bara Lendra di Mukomuko, Kamis.

Ia mengatakan hal itu setelah melakukan rekapitulasi data jumlah warga masyarakat setempat yang positif terjangkit penyakit demam berdarah dengue sejak Januari hingga November 2021.

Dinas Kesehatan setempat setiap bulan menerima laporan terkait warga setempat yang terjangkit penyakit DBD dari puskesmas di daerah ini dan melakukan pengasapan untuk mencegah penularan penyakit DBD.

Ia mengatakan kasus DBD turun drastis karena instansi menetapkan orang positif DBD berdasarkan pemeriksaan laboratorium (serologi/rumple leed).

Banyak orang yang memiliki gejala terjangkit DBD tetapi setelah menjalani pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif terjangkit penyakit DBD.

Selanjutnya, katanya, instansinya melalui puskesmas tetap mengimbau camat, lurah, dan kepala desa hingga RT dan seluruh masyarakat untuk melakukan kegiatan pencegahan penularan penyebaran penyakit ini.

Pihaknya menyarankan warga tetap melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah penyebaran penyakit DBD saat pendemi covid-19 tetapi tidak melibatkan banyak orang.

“Kami minta warga melakukan PSN untuk mencegah penyebaran penyakit DBD, tetapi jangan ramai-ramai mereka datang, tidak melibatkan banyak orang,” jelasnya.

Dinkes Mukomuko minta warga lakukan PSN untuk cegah DBD

Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu meminta masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Selain itu, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat melakukan fogging atau pengasapan di lokasi yang ditemukan kasus, termasuk melakukan penyelidikan epidemiologi. [Ant]

Lihat juga...