Kementan Salurkan Bantuan Anakan Ayam ke Peternak di NTT

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, menyalurkan bantuan ternak unggas lokal bagi 48 kelompok di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Bantuan itu berupa anak ayam jenis ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB), yang akan didistribusikan ke 48 kelompok di berbagai wilayah di NTT,” kata peternak pemilik Solideo Farm, Rofinus Damianus Sere Muda, saat ditemui di rumahnya di Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Senin (6/12/2021).

Rofin mengatakan, terdapat 4 penyalur ayam bantuan Kementan, termasuk dirinya yang menangani beberapa kabupaten di Pulau Flores.

Dia menjelaskan, satu kelompok akan mendapatkan bantuan 500 anak ayam yang akan dipelihara terlebih dahulu di peternakan milik 4 penyalur selama sebulan, baru bisa didistribusikan.

Pemilik Solideo Farm, Rofinus Muda, saat ditemui di peternakannya di Desa Geliting, Kabupaten Sikka, NTT, Senin (6/12/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Satu kelompok akan mendapatkan bantuan 500 anak ayam berumur sebulan. Makanya, kami pelihara terlebih dahulu baru didistribusikan kepada kelompok penerima,” ujarnya.

Rofin menyebutkan, dari 3.000 ekor anak ayam Day Old Chicken (DOC) yang diterima untuk disalurkan, hampir 2.000 ekor mati karena pengirimannya sangat jauh.

Disebutkannya, ayam dibawa dari Pulau Jawa menggunakan pesawat, lalu diangkut menggunakan kapal fery ke Larantuka, Kabupaten Flores Timur, baru dibawa ke Maumere, Kabupaten Sikka menggunakan mobil pick up.

“Banyak ayam yang mati, sehingga saya sudah laporkan dan akan dikirimkan lagi penggantinya. Anak ayam bantuan ini sudah seminggu saya pelihara, agar bisa sehat saat didistribusikan,” ungkapnya.

Rofin mengatakan, kesulitan untuk memelihara anak ayam ini sangat besar. Sebab, di saat pergantian musim atau pancaroba sekarang ini sering sekali ternak terserang penyakit.

“Saya kebagian untuk mendroping bantuan anak ayam KUB untuk 3 kabupaten, yakni Sikka, Ende dan Nagekeo di Pulau Flores. Masing-masing kabupaten ada 2 kelompok dan setiap kelompok menerima bantuan anak ayam sebanyak 500 ekor,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Wahana Tani Mandiri, Carolus Winfridus Keupung, mengharapkan agar bantuan unggas yang diberikan dari pemerintah dilakukan tidak saat pergantian musim.

Menurut Win, sapaannya, saat pergantian musim unggas rentan sekali terserang hama penyakit, sehingga dikuatirkan unggas yang disalurkan kepada kelompok tidak berkembang dan mati.

Lihat juga...