Koperasi Gandeng Petani Profesional Kembangkan Budi Daya Vanili di Cilongok

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Sejak dua bulan terakhir, Koperasi Utama Sejahtera Mandiri yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri menggandeng kelompok petani vanili profesional, guna pengembangan percontohan budi daya vanili di Desa Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. 

Kerja sama dengan petani vanili Cakrabirawa Indonesia ini dilakukan, menyusul minimnya SDM/tenaga profesional yang menangani pengembangan percontohan budi daya vanili di demplot pertanian Cilongok.

Manajer Umum Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Andi Rahmanto, mengatakan pihaknya sebenarnya telah mulai mengembangkan budi daya vanili sejak 2019. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, sebanyak 4.000 batang bibit vanili ditanam di lahan demplot koperasi seluas kurang lebih 1,7 hektare. Yakni, dengan sistem lanjaran.

Sayangnya, selama sekitar dua tahun berjalan, uji coba budi daya vanili ini kurang bisa maksimal. Salah satu faktor penyebabnya antara lain adalah kondisi PH tanah yang kurang sesuai dengan kebutuhan tamaman vanili. Pihak pengelola sendiri sempat akan mengganti budi daya vanili ini dengan komoditas lain, namun urung dilakukan.

“Sebenarnya sempat akan kita ganti dengan komoditas lain. Namun karena sudah berjalan dua tahun, sayang. Akhirnya kita putuskan untuk tetap lanjut dengan menggandeng tenaga profesional. Nanti sistemnya bagi hasil. Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai target yang diharapkan,” katanya.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan dengan jumlah tanaman vanili sebanyak 4.000 batang yang telah berusia dua tahun, ditargetkan dalam kurun 1,5 tahun mendatang tanaman vanili yang dibudidayakan Koperasi Utama Mandiri Sejahtera ini bisa dipanen. Dengan asumsi 1 batang pohon akan menghasilkan 4 kilogram vanili basah, maka diprediksi jumlah hasil panen bisa mencapai 16 ton.

“Dengan asumsi nilai jual Rp250 ribu per kilogram vanili basah, maka hasil yang didapat akan lumayan. Meskipun ada kemungkinan hasilnya di bawah itu, karena memang selama dua tahun terakhir ini, perawatan vanili di sini kurang maksimal,” ungkapnya.

Lihat juga...