Korsel Kembangkan Teknologi ‘Facial Recognition’ Tangani Covid-19

“Tidak ada masalah privasi di sini, karena sistem melacak pasien yang dikonfirmasi berdasarkan Undang-Undang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular,” kata pejabat itu kepada Reuters.

“Pelacak kontak tetap berpegang pada aturan itu, sehingga tidak ada risiko tumpahan data atau pelanggaran privasi,” lanjutnya.

Aturan mengatakan, pasien harus memberikan persetujuan mereka untuk pelacakan pengenalan wajah yang akan digunakan. Jika mereka tidak setuju, sistem masih dapat melacak mereka menggunakan siluet dan pakaian mereka.

Sistem yang nantinya diterapkan di Bucheon itu diklaim dapat secara bersamaan melacak hingga sepuluh orang dalam lima hingga sepuluh menit.

Tentunya itu menghemat waktu dari pekerjaan yang biasanya dikerjakan manusia dengan memakan waktu sekitar setengah jam hingga satu jam untuk melacak satu orang.

Bucheon menerima 1,6 miliar won atau setara Rp19,4 miliar dari Kementerian Sains dan ICT dan menyuntikkan 500 juta won atau Rp6 miliar dari anggaran kota, untuk membangun sistem tersebut.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan, penggunaan teknologi tersebut sah selama digunakan dalam bidang hukum pengendalian dan pencegahan penyakit. (Ant)

Lihat juga...