KUD Gemah Ripah Trirenggo Bantul Sukses Kembangkan Pertanian Edamame

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – KUD Gemah Ripah Trirenggo, Bantul, mengklaim pihaknya sukses menjalankan program peningkatan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian melalui unit Tani Kita di 2020. 

Manajer Umum Koperasi Gemah Ripah Trirenggo, Ambyah, menyebut pada 2020 KUD Gemah Ripah Damandiri Trirenggo sukses mengembangkan sektor pertanian dengan menanam Kedelai Jepang, yaitu Edamame. Kedelai Edamame ini dipilih karena memiliki potensi cukup besar untuk membantu para petani mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan menanam komoditi lain.

“Beberapa kelebihan menanam Kedelai Edamame yaitu antara lain waktu tanam yang lebih singkat, karena dalam setahun dapat ditanam 4 kali, hasil produksi yang lebih banyak dibanding serta harga jualnya yang tinggi,” ungkapnya dalam kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KUD Gemah Ripah Trirenggo Bantul tahun buku 2020 di desa setempat, pekan lalu.

Untuk menjalankan program tersebut, KUD Gemah Ripah pun membentuk unit usaha Tani Kita guna membantu petani dalam memecahkan masalah yang terdapat pada kelompok-kelompok tani di Desa Trirenggo. Program ini meliputi akses permodalan, transfer ilmu budi daya, pengadaan sarana produksi pertanian, penanganan pascapanen, pengolahan hasil hingga pemasaran produk pertanian Desa Trirenggo.

“Akses permodalan memberikan kemudahan bagi petani anggota koperasi KUD Gemah Ripah Damandiri Trirenggo, untuk mendapat modal produksi. Skema yang digunakan dalam subprogram ini, yaitu ‘yarnen’ atau bayar panen tanpa bunga,” katanya.

Sementara transfer ilmu budi daya merupakan pendampingan teknis budi daya pada jenis tanaman yang dirasa masih baru bagi petani seperti kedelai Edamame. Pendampingan ini bersifat sukarela dan tidak terdapat keterpaksaan bagi siapapun.

Koperasi bertugas menjembatani petani untuk mendapat update ilmu budi daya kepada ahli, baik dari Perguruan tinggi, Peneliti, Praktisi berpengalaman, maupun Dinas Pertanian.

“Sedangkan pengadaan sarana produksi pertanian merupakan subprogram Tani Kita guna membantu petani dalam hal mendekatkan dan memudahkan petani dalam mengakses sarana produksi pertanian. Koperasi KUD Gemah Ripah Damandiri Trirenggo berkomitmen untuk menyediakan sesuai dengan kebutuhan petani anggota koperasi,” katanya.

Sementara kegiatan Pascapanen merupakan bantuan pendampingan bagi petani, guna memberikan pengetahuan teknis serta memberikan inovasi teknologi dalam rangka mengefisiensi biaya produksi.

Pengolahan Hasil merupakan subprogram Tani Kita, guna mendorong terciptanya usaha-usaha mandiri baru bagi anggota koperasi. Skema yang dapat diberikan adalah pemberdayaan usaha anggota koperasi. Koperasi berkomitmen untuk membentuk ekosistem padat karya bagi anggota koperasi, guna dapat meningkatkan nilai tambah penghasilan rumah tangga melalui penggunaan inovasi teknologi.

“Sedangkan Pemasaran Hasil merupakan subprogram Tani Kita yang menjadi jembatan petani, anggota UMKM Koperasi, ke konsumen akhir melalui integrasi dengan Program Warung Kita,” bebernya.

Disampaikan Ambyah, sebagai gambaran, dengan modal kurang lebih Rp55 juta untuk lahan seluas 1 hektare, akan didapatkan hasil panen kedelai edamame sebanyak 10.000 kilogram.

Dengan harga jual kedelai edamame Rp7.500 per kilogram, maka akan didapatkan pemasukan sebanyak Rp75 juta. Dengan begitu, estimasi keuntungan petani setiap masa panen di lahan seluas 1 hektare mencapai Rp20 juta.

“Potensi pengembangan sektor pertanian melalui komoditas kedelai edamame cukup bagus. Sehingga bisa dipertimbangkan untuk dikembangkan di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Lihat juga...