Kwarnas Pramuka Buat Pedoman Program Terkait Perubahan Iklim dan Perdamaian

JAKARTA — Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka telah menyusun aturan tentang Pedoman Adopsi Inisiatif Kepramukaan Dunia (WOSM’s Better World Framework and Initiatives) untuk mendukung penanganan perubahan iklim dan menjadi duta perdamaian.

“Program tersebut menantang anggota muda Gerakan Pramuka untuk melakukan kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat dan agar peduli kepada tema global sehingga menjadi warga dunia yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s),” kata Wakil Ketua Kwarnas Pramuka Ahmad Rusdi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa Better World Framework (BWF) adalah program yang menantang bagi anggota pramuka terkait empat bidang tematik yaitu lingkungan hidup dan keberlanjutan; perdamaian dan keterlibatan masyarakat; kecakapan hidup; serta kesehatan dan kesejahteraan.

Pramuka yang berhasil mengikuti program tersebut, katanya, akan memperoleh emblem yang dijahit di seragam dan diberikan sertifikat.

Ahmad Rusdi menjelaskan tema pertama dilaksanakan melalui program bernama Earth Tribe untuk menyatu dengan alam. Ditujukan demi membantu langkah mengatasi perubahan iklim, mempromosikan perilaku ramah lingkungan dan sehat serta menyatu dan melindungi alam secara berkelanjutan.

Sedangkan program kedua memiliki nama Duta Perdamaian atau Messengers of Peace (MoP) yang sudah dimulai sejak 2011. Tujuannya membangun perdamaian, keberagaman dan inklusif, budaya dan warisan, aksi kemanusiaan, keterlibatan masyarakat dan kesetaraan gender.

Tema kecakapan hidup memiliki nama Program Keterampilan untuk Hidup dan tema terakhir adalah Kesehatan dan Kesejahteraan.

Sementara itu dalam pernyataan serupa, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional Pramuka (Pusdiklatnas) Sigit Muryono menjelaskan para pelatih dan pembina perlu diingatkan kembali tentang WOSM’s Better World Framework and Initiatives.

Dia menegaskan bahwa program tersebut dapat masuk sebagai materi penunjang pada kursus Mahir Dasar dan Mahir Lanjutan bagi pembina pramuka.

“Program itu sangat penting bagi Indonesia dan dibutuhkan pramuka,” demikian Sigit Muryono. [Ant]

Lihat juga...