Lapis Pelangi Kue Tradisional Berbahan Singkong nan Lezat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Varian kuliner tradisional berbahan singkong jadi alternatif menu makanan nan lezat. Salah satunya lapis pelangi dengan tampilan warna yang menarik dan sangat menggoda untuk dicicipi.

Sumirah, warga Desa Karyatani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur menyebutkan, lapis pelangi dibuat dengan bahan baku singkong roti yang terkenal empuk, dipadu dengan santan kelapa, tepung agar agar, gula pasir, parutan kelapa, garam, pewarna makanan merah, kuning dan hijau.

Langkah pertama, parut singkong yang telah dikupas. Peras ampas lalu endapkan dalam air hingga terbentuk aci tapioka yang bisa dicampurkan dengan parutan singkong.

Tahap selanjutnya, campurkan bahan parutan kelapa, santan, gula pasir, garam dan bubuk agar-agar. Pisahkan semua bahan menjadi tiga bagian dengan memakai bahan untuk warna berbeda. Tuangkan bahan untuk warna merah, kuning dan hijau.

Pemisahan dilakukan untuk menghasilkan warna pelangi dengan alternatif warna lain sebagai tambahan dan variasi. Siapkan loyang untuk mengukus secara bertahap.

“Agar loyang tidak lengket sebelum dituang bahan, olesi dengan minyak goreng sehingga saat proses pengukusan bisa dengan mudah dicetak sekaligus mematangkan bagian yang menempel pada alat pengukus,” terang Sumirah saat ditemui Cendana News, Sabtu (4/12/2021).

Sumirah menambahkan, untuk memasak lapis singkong pelangi sebaiknya memakai kompor dengan api sedang. Tahap pertama tuangkan adonan bahan baku dengan warna merah. Kukus dengan loyang selama kurang lebih seperempat jam atau 15 menit. Tahap kedua tuangkan lapisan adonan bahan singkong dengan warna kuning. Tahap terakhir lapisi dengan bahan yang diberi warna hijau. Kukus semua bahan selama kurang lebih setengah jam hingga matang.

Sembari menunggu lapis matang melalui proses pengukusan, Sumirah menyiapkan parutan kelapa untuk taburan lalu tampung dalam baskom. Setelah lapis matang angkat loyang lalu dinginkan. Setelah dingin tahap selanjutnya lapis diiris tipis sehingga menghasilkan kue dengan tiga warna. Warna yang dihasilkan seperti pelangi merah pada bagian bawah, kuning bagian tengah dan hijau pada bagian atas.

“Gulingkan lapis pelangi dengan parutan kelapa sehingga menghasilkan tambahan warna putih sekaligus memberi sensasi gurih,” terang Sumirah.

Sumirah menyebut lapis pelangi berbahan singkong bisa disajikan dalam kondisi hangat. Sebagai hidangan tradisional sajian lapis pelangi bisa dinikmati bersama secangkir teh hangat.

Sumirah, warga Desa Karyatani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur menyiapkan pembuatan lapis pelangi dan kue lain berbahan singkong, Sabtu (4/12/2021). Foto: Henk Widi

Tarsan, salah satu petani di Desa Karyatani mengaku singkong roti kerap diolah menjadi berbagai makanan. Pembuatan kuliner berbahan singkong sebutnya meningkatkan nilai jual produk. Variasi olahan singkong menjadi lapis pelangi menjadikan daya tarik. Sebab selama ini singkong hanya disajikan dengan cara digoreng, direbus dan diolah menjadi gaplek. Olahan singkong sebutnya akan menjadikan hasil pertanian tersebut sebagai alternatif pengganti nasi.

“Cara pengolahan yang variatif menjadi lapis pelangi membuat singkong naik kelas,” ulasnya.

Sutini, warga lainnya mengolah singkong menjadi getuk. Getuk sebutnya bisa diolah bervariasi salah satunya getuk lindri dengan warna warni pelangi. Kuliner memanfaatkan singkong dengan olahan yang bervariasi sebutnya bisa disukai anak anak. Kreasi olahan singkong yang variatif menjadikan kuliner tersebut bisa jadi alternatif jajanan anak anak. Ia juga menyisihkan sebagian bahan singkong untuk membuat lapis pelangi.

Lihat juga...