Omzet Kafe Buluspepe di Cilongok-Banyumas Turun 300 Persen karena Pandemi

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Pandemi yang berlangsung selama hampir dua tahun terakhir, benar-benar memukul sektor usaha Warung Kita ‘Kafe Buluspepe’, yang dikelola Koperasi Utama Sejahtera Mandiri di desa Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. 

Selama pandemi, omzet usaha kafe modern berkonsep anak muda ini diketahui mengalami penurunan hingga lebih dari 300 persen dibandingkan sebelumnya.

Jika sebelum pandemi lalu Kafe Buluspepe mampu meraup omzet mencapai Rp60-70 juta per bulan, kini hanya berkisar Rp15 juta per bulan saja.

Manajer Umum Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Andi Rahmanto, menyebut selain mengurangi pemasukan secara drastis, pandemi juga mengakibatkan unit usaha koperasi ini terpaksa merumahkan sejumlah karyawannya, yang merupakan warga setempat.

Jika saat awal buka Maret 2021 lalu jumlah karyawan mencapai 13 orang, kini  karyawan yang tersisa hanya sekitar 6 orang.

Manajer Umum Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Andi Rahmanto, -Dok: CDN

Menyikapi hal tersebut, Koperasi Utama Sejahtera Cilongok selalu pengelola unit usaha Warung Kita Buluspepe, saat ini tengah berupaya menggenjot jumlah pengunjung kafe, seiring mulai pulihnya kondisi dan situasi pandemi Covid-19.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan perbaikan manajemen lewat perubahan, sekaligus penyesuian-penyesuaian kondisi yang ada.

“Kita coba melakukan perbaikan manajemen usaha. Salah satu perubahannya, antara lain kini koperasi bisa masuk ke dalam manajemen. Karena sebelumnya kan sepenuhnya kita percayakan ke pelaksana. Diharapkan dengan langkah ini, kita bisa menggenjot kembali jumlah pengunjung dan omzet usaha,” katanya.

Lihat juga...