Pemerintah Susun Perpres Pemanfaatan Benda Muatan Kapal Tenggelam

JAKARTA — Pemerintah sedang menyusun regulasi tentang pemanfaatan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), yang bentuk pengelolaannya diharapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat berkontribusi kepada pembangunan kelautan yang berkelanjutan.

“Agar pemanfaatan BMKT dapat berkelanjutan secara optimal, pemerintah menyusun Rancangan Perpres tentang Pengelolaan BMKT yang mengatur tentang mekanisme pengangkatan, pemanfaatan BMKT baik insitu maupun eksitu dan menyelesaikan status pemanfaatan BMKT yang telah diangkat,” kata Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari dalam rilis webinar di Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan pengelolaan BMKT dapat dikembangkan menjadi salah satu usaha yang dikelola oleh kelompok masyarakat atau desa, apalagi investasi BMKT telah diatur PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko sebagai implementasi atas UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Lestari juga menjelaskan KKP mengelola lebih dari 200.000 buah koleksi BMKT yang diangkat dari perairan Indonesia, yang berasal dari abad ke 9-18 Masehi.

BMKT tersebut, lanjutnya, dipamerkan di Marine Heritage Gallery KKP dan disimpan di Warehouse Cileungsi yang dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.

Selain itu KKP juga telah menetapkan satu lokasi kapal tenggelam masa Perang Dunia II milik Australia di Teluk Banten sebagai Kawasan Konservasi Maritim (KKM) yang dapat diakses secara bertanggungjawab oleh wisatawan yang ingin menyelam di lokasi bersejarah.

Lihat juga...