Pemkot Surabaya Siap Berdayakan Nelayan di Kawasan Pesisir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya siap memberdayakan para nelayan di kawasan pesisir Kota Pahlawan, Jawa Timur pada 2022, sebagai bentuk dari upaya pemulihan ekonomi di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahaydi, mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan camat dan lurah terkait kesejahteraan nelayan di kawasan pesisir saat meninjau perbaikan rumah nelayan yang atapnya ambruk dampak cuaca ekstrem di Nambangan Perak pada Kamis (30/12).

“Saat itu, saya minta Pak Lurah dan Pak Camat mendata siapa saja yang profesinya sebagai nelayan. Kemudian yang punya perahu berapa dan yang tidak punya perahu berapa orang. Itu didata,” kata Eri di Surabaya, Jumat (31/12/2021).

Menurut dia, pendataan tersebut penting, agar warga yang mendapatkan intervensi dari Pemerintah Kota Surabaya tepat sasaran. Intervensi yang dimaksud mulai soal subsidi solar, pemberdayaan istri nelayan dan bantuan perahu untuk nelayan.

“Jangan sampai nanti subsidinya itu keliru. Kesejahteraannya nelayan harus jadi satu, maka dari itu, ini tugasnya Pak Lurah dan Pak Camat menyatukan datanya biar tepat sasaran. Di 2022, nelayan Nambangan harus makmur,” ujarnya.

Salah seorang warga Kampung Nelayan Nambangan Perak, Sukron, menyambut baik rencana Wali Kota Eri Cahyadi untuk memakmurkan nelayan Nambangan.

Karena itu, ia bersama komunitas nelayan setempat akan berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk mendata ulang warga Nambangan Perak yang berprofesi sebagai nelayan.

Ia berharap, nantinya bantuan yang akan diberikan oleh Pemkot Surabaya kepada warga Nambangan Perak, bisa tepat sasaran. Saat ini, lanjut Sukron, yang paling dibutuhkan oleh nelayan Nambangan Perak adalah bahan bakar minyak (BBM) solar untuk melaut.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menyampaikan usulan agar nelayan Nambangan dibuatkan tanggul pemecah ombak. Menurutnya, hal itu penting agar perahu nelayan aman ketika terjadi angin kencang atau gelombang tinggi.

“Itu yang kami harapkan, karena bencana kan terjadi setiap tahun. Agar tidak ada lagi perahu yang rusak ataupun tenggelam karena cuaca buruk,” katanya. (Ant)

Lihat juga...