Pertumbuhan Bebek Gunsi 888 Lebih Cepat, Bobot Lebih Berat

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Setelah dua tahun terakhir melakukan uji coba budi daya bebek pedaging jenis lokal dan peking, memasuki tahun ke tiga ini Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok di kabupaten Banyumas, Jawa Tengah akan mulai melakukan uji coba budi daya bebek varietas/jenis baru, Gunsi 888.

Manajer Umum Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, Andi Rahmanto, mengatakan bebek jenis Gunsi 888 dinilai lebih cepat dari sisi pertumbuhan serta memiliki nilai ekonomis maupun biaya operasional yang tak jauh berbeda dengan bebek jenis lokal maupun peking.

Sesuai referensi yang ada, Gunsi 888 adalah bebek pedaging hibrida hasil persilangan bebek peking (pejantan) dengan bebek khaki campbell (betina). Jenis bebek ini telah dikembangkan sejak 2012 dan mulai dipasarkan pada 2013. Saat ini, bebek Gunsi 888 mulai banyak diminati para peternak, karena pertumbuhannya yang terbilang cepat.

“Dari sisi pertumbuhan, bebek Gunsi 888 ini lebih cepat dibandingkan bebek lokal maupun peking. Dalam jangka waktu 35 hari, bobot bebek jenis ini bisa mencapai minimal 1,8kg. Sementara untuk masa pemeliharaan 45 hari, estimasi bobot bisa sampai minimal 2,1 kg,” ungkapnya.

Pertumbuhan tersebut dinilai lebih cepat dibandingkan bebek lokal yang pertumbuhannya di usia 47 hari, maksimal hanya bisa mencapai berat 1,2  kilogram. Begitu juga jika dibandingkan dengan bebek peking yang pada uji coba pertama justru mengalami pertumbuhan lebih lambat dibandingkan bebek lokal, karena dinilai kurang cocok dengan kondisi yang ada.

“Sementara perawatan dan kebutuhan pakan ketiga jenis bebek ini tidak jauh berbeda. Termasuk juga nilai jualnya di pasaran. Yakni berkisar antara Rp24-26 ribu per kilogram. Sehingga atas dasar itulah, kita memilih bebek jenis Gunsi 888,” ungkapnya.

Jika uji coba budi daya bebek pedaging jenis Gunsi 888 ini berhasil, maka menurut Andi nantinya desa Cilongok akan menjadi satu-satunya daerah di kawasan Banyumas yang memproduksi bebek pedaging jenis Gunsi 888. Karena memang bebek jenis ini belum banyak dibudidayakan di daerah ini.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri menetapkan desa Cilongok di Banyumas, Jawa Tengah, sebagai desa binaan sejak 2018. Lewat program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), Yayasan Damandiri melakukan berbagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu jenis usaha yang dijalankan Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok adalah membuat percontohan budi daya bebek pedaging sejak 2019. Jika pada tahun pertama dan ke dua jenis bebek yang dibudidayakan adalah jenis peking dan lokal, maka pada tahun 2022 bebek yang akan dibudidayakan adalah jenis Gunsi 888.

Sesuai program yang telah disusun, rencananya pihak koperasi akan membudidayakan bebek jenis Gunsi 888 ini dengan jumlah mencapai 14 ribu ekor. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dalam dua periode.

Lihat juga...