Pesta Sastra Akhir Tahun 2021 di Kampung Literasi Pakem 

YOGYAKARTA — Sejumlah penyair, penulis, pegiat seni dari penjuru Nusantara menyemarakkan Pesta Sastra Akhir Tahun 2021 Kampung Literasi Pakem (Kalipa) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mereka datang dari beberapa wilayah, antara lain Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta dan juga Jogja. Ada yang membaca puisi, monolog dan dongeng,

Pada Pesta Sastra yang dihelat Sabtu malam (18/12/2021) di Rumah Pawon Kalipa bernuansa Jawa-Bali di bilangan Jalan Cilikan, Kregan, Pakembinangun, itu juga diluncurkan empat buku terdiri Antologi Kritik Sastra dan Esai Teater, Antologi Kritik Sastra dan Esai, Antologi Puisi Mata Air – Air Mata, dan Antologi Puisi Plengkung.

Selain itu pementasan dramatisasi puisi “Revolusi Lemak dan Diet Perempuan” oleh Teater Wanita Ngunandika, musikalisasi puisi Joshua Igho, dan penganugerahan sekaligus penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba resensi novel.

Pegiat seni menyemarakkan Pesta Sastra Akhir Tahun 2021 Kalipa. -Foto: Istimewa

Sebelumnya guna meramaikan gerakan dan aktivitas literasi, Kalipa menyelenggarakan sayembara resensi novel. Adapun novel yang dilombakan untuk diresensi adalah novel-novel dari penulis Kalipa, seperti Budi Sardjono, R. Toto Sugiharto, FX Rudi Gunawan, Agus Wahyudi, Irwan Bajang, dan Dorothea Rosa Herliany, dengan Dewan Juri terdiri Prof. Dr. Faruk dan Dr. Aprinus Salam.

Sayembara resensi novel Kalipa tahun 2021 ini adalah yang pertama dilakukan oleh Kalipa. Selanjutnya, sayembara ini akan menjadi kegiatan tahunan Kalipa sebagai bagian dari agenda rutin di bidang sastra.

Dalam narasi yang disampaikan panitia Pesta Sastra Akhir Tahun 2021 melalui salah satu akun medsosnya, sebagaimana diteruskan novelis R. Toto Sugiharto kepada Cendana News, Minggu (19/12/2021), Kalipa mengaku senang dan gembira bisa berkolaborasi dan berinteraksi dengan banyak sekali komunitas, lembaga, individu, selama setahun ini.

“Agenda-agenda literasi telah berjalan dengan lancar. Mulai dari pemutaran film, pembacaan karya, pentas wayang, lokakarya penulisan, pentas gamelan, pembacaan puisi, dongeng, musik dan kegiatan seni lainnya,” urainya.

Adapun sederetan nama telah turut menyemarakkan Pesta Sastra Akhir Tahun 2021 yang dihelat oleh Kalipa, antara lain Wanto Tirta (Banyumas), Puspasari (Riau), Mei (Bengkulu), musikalisasi puisi “Mencari Umbu” Joshua Igo (Magelang), Nanang R Supriyatin dan Edi (Jakarta).

Kemudian Aprinus Salam (Jogja), Sukma Putra Permana (Kotagede), Yahya Andi Saputra ngebuleng sastra lisan Betawi, dongeng kerajaan dalam negeri (Jakarta), Yanar Adi in memori Ki Mangunsarkoro (Temanggung), Tri Astoto Kodari (Parepare), R Sudarmono (Muntilan), R Toto Sugiharto (Jogja), Roso Titi Sarkoro (Temanggung), Yanusa Nugroho (cerpen).

Kalipa dan Aktivitasnya

Ketua Yayasan Kalipa, Dr. Aprinus Salam, saat dihubungi Cendana News, mengatakan, Kampung Literasi Pakem atau Kalipa merupakan kumpulan sejumlah pertemanan dan persahabatan. Mereka bermimpi membuat perkampungan yang diharapkan bisa melakukan berbagai kegiatan literasi.

Dr. Aprinus Salam turut membaca puisi pada Pesta Sastra Akhir Tahun 2021 Kalipa. -Foto: Istimewa

“Akan tetapi, awal-awal saya ingin mengatakan bahwa sebaiknya Kalipa tidak memiliki target apa-apa dan tidak menjanjikan apa-apa,” jelasnya.

Kemudian, Kalipa menyewa tanah seluas 3,4 hektare untuk rentang waktu 20 tahun, di daerah Pakem, Sleman. Separuhnya untuk pemukiman, separuhnya untuk fasilitas dan kegiatan publik.

“Walau baru mulai, atas kebaikan seseorang, dan dihibahkan untuk pemilikan pribadi, di Kalipa ada seperangkat pusaka gamelan, seperangkat wayang, dan sejumlah keris,” tuturnya.

Kalipa, kata Aprinus Salam, rutin diskusi karya dan buku dalam bentuk kegiatan ‘Kalipa Selasa Sore’. Kalipa juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan lain yang berhubungan dengan hal-hal literasi.

Kalipa juga sedang mempersiapkan museum dan berbagai kegiatan lain terkait dengan dongeng dan permainan tradisional untuk anak-anak, dan beberapa rencana lain yang akan direalisasikan ke dalam berbagai bentuk kegiatan.

Untuk sementara, Kalipa sudah memiliki pawon dan ruang yang memadai untuk kongkow-kongkow, bisa untuk diskusi, rapat, dan workshop. Bahkan di pawon tersebut disediakan panggung untuk pemanggungan apa saja. Sederhana tapi manis.

“Berbagai kegiatan tersebut tentu saja diharapkan bisa melibatkan masyarakat,” pungkasnya. (M. Hidayat)

Lihat juga...