Petani di Lamsel Gunakan Tekhnik Tradisional untuk Minimalisir Hama

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi salah satu penyebab berkurangnya produksi komoditas pertanian. Upaya meminimalisir hama terus dilakukan petani di Lampung Selatan, salah satunya dengan memakai teknik tradisional.

Jupri, salah satu petani di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni menyebutkan,jambu air, mangga, durian dan rambutan yang ia tanam sering diserang hama tupai, kelelawar. Untuk meminimalisi hama ia memasang waring atau jaring, pelepah salak berduri dan juga menggunakan teknik brongsong atau membungkus buah dengan plastik.

“Kombinasi pemakaian waring, pelepah berduri salak bertujuan menghindari buah dimangsa kelelawar, tupai dan hewan pemangsa buah lain. Setelah buah mendekati masa panen akan dibungkus dengan memakai plastik sehingga produksi akan stabil dan kualitas buah lebih baik menghindari lalat buah,” terang Jupri saat ditemui Cendana News, Senin (27/12/2021).

Jupri menyebutkan tetap membiarkan beberapa cabang tanaman berbuah sebagai umpan agar hama tetap mendapat pakan.

Pada jenis tanaman buah mangga, kelengkeng, rambutan, penggunaan waring paling cocok yang  dikombinasikan dengan beronjong dari bambu tali.

“Sebelum penerapan teknik tradisional produksi buah kerap berkurang imbas rontok, buah busuk dan berlubang,”ulasnya.

Lihat juga...