PLN Mobile Mudahkan Pelaku Usaha Penyandang Disabilitas Bayar Tagihan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Layanan aplikasi PLN Mobile, diakui sangat membantu usaha kelompok marginal dalam melewati situasi sulit akibat pandemi Covid-19. Terlebih bagi pelaku usaha kerajinan kulit penyandang disabilitas.

Sulaiman (58), penyandang disabilitas tunadaka, warga dusun Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, mengaku sudah sekitar 25 tahun lebih membuka usaha pembuatan tas, dompet serta berbagai kerajinan kulit lainnya di rumah sederhana miliknya.

Meski hanya sebatas usaha skala rumahan, namun ia telah mampu memperkerjakan 12 orang karyawan. Hebatnya, keduabelas karyawannya itu seluruhnya merupakan para penyandang disabilitas seperti dirinya. Baik itu mereka yang mengalami cacat bawaan sejak lahir ataupun akibat kecelakaan.

“Saya merangkul teman-teman ini, karena saya tahu betul bagaimana sulitnya mencari pekerjaan bagi penyandang disabilitas seperti mereka. Karena itu, sejak awal saya bertekad untuk membuka usaha sendiri, agar suatu saat bisa membantu mereka yang mengalami nasib seperti saya,” katanya, ketika ditemui di kediamannya, Selasa (14/12/2021).

Sulaiman (58), pelaku usaha penyandang disabilitas di dusun Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Memanfaatkan ilmu yang diperoleh dari pusat rehabilitasi penyandang cacat, YAKKUM Yogyakarta, Sulaiman yang memakai kaki kanan palsu ini mampu memproduksi ratusan produk kerajinan kulit seperti tas pria, tas wanita, dompet, hingga ikat pinggang, setiap minggunya.

Berbagai produk kerajinan kulit tersebut rutin dipasok ke sejumlah pengusaha lokal di berbagai daerah. Melalui pihak ke tiga, Sulaiman bahkan juga sempat mengekspor produk kerajinan buatannya itu hingga ke sejumlah negara Eropa, seperti Jerman, Swiss, dan sebagainya.

Sebagaimana pelaku usaha modern lainnya, Sulaiman sangat mengandalkan sejumlah alat mesin bertenaga listrik untuk bisa memproduksi aneka produk kerajinan kulitnya. Mulai dari mesin jahit, mesin gerinda, mesin seset, hingga mesin pond otomatis.

Untuk menunjang usahanya yang berkapasitas produksi sekitar 500-1.000 unit produk kerajinan per minggu, Sulaiman mengaku memanfaatkan daya listrik PLN sebesar 2.200 Volt Ampere. Dalam sebulan, ia menghabiskan biaya operasional sekitar Rp600ribu untuk konsumsi listrik.

Untuk mempermudah pemantauan penggunaan listrik dan biaya yang harus dibayarkan, Sulaiman memanfaatkan layanan aplikasi PLN Mobile.

Menurut Sulaiman, aplikasi tersebut juga memudahkan dirinya untuk mengakses sejumlah vitur secara online. Mulai dari mengetahui rincian besaran tagihan, membayar tagihan bulanan, hingga mendapatkan notifikasi rencana pemadaman jika sewaktu-waktu ada pemeliharaan.

“Ya, tentu sangat membantu, apalagi bagi pelaku usaha seperti saya. Karena tinggal memakai HP saja, semua bisa dilakukan. Jadi, lebih mudah dan lebih praktis. Apalagi, di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini,” katanya.

Sementara itu, Kuntoro (40), penyandang disabilitas yang bekerja di tempat Sulaiman, mengaku sangat bersyukur bisa bekerja di rumah produksi kerajinan tas kulit Fanri Collection milik Sulaiman. Terlebih tengah situasi pandemi seperti saat ini, tak sedikit tempat usaha yang harus bangkrut dan terpaksa mem-PHK karyawannya.

“Tentu senang sekali. Karena bisa diberikan kepercayaan bekerja di sini. Dan, lebih bersyukur lagi, karena selama pandemi ini usaha bisa tetap terus berjalan. Bahkan, pesanan justru meningkat, meskipun semua dikerjakan dengan sejumlah keterbatasan,” kata lelaki penyandang tunadaksa sejak lahir itu.

Lihat juga...