Pot Bunga dari Tempurung Kelapa Laris di Sikka

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Seorang warga Wolonbetang, Kelurahan Nangalimang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memanfaatkan tempurung batok kelapa untuk membuat aneka perabotan.

“Saya memilih kelapa yang jatuh ke tanah dan tidak dipergunakan, untuk diolah menjadi aneka perabotan seperti pot bunga,” sebut Robinson, saat ditemui di Pasar Alok Maumere, Selasa (7/12/2021).

Menurut Robinson,dirinya bekerja sendiri dan belajar secara otodidak melihat perajin tempurung kelapa di wilayahnya yang membuat aneka perabotan dari tempurung kelapa.

Ia mengaku hanya bermodalkan pisau, amplas dan gergaji untuk membentuk tempurung menjadi aneka pot bunga.

Lanjutnya, setelah selesai dibentuk baru tempurung-tempurung tersebut disatukan menggunakan lem, setelah itu dicat menggunakan vernis agar warnanya menjadi kecoklatan dan mengkilap.

“Saya jual pot bunga ukuran besar dan kecil seharga Rp20 ribu per buah. Lumayan, sudah banyak yang beli. Dalam seminggu sudah terjual puluhan buah dan ada yang sudah pesan lagi,” ungkapnya.

Robinson mengaku, terkadang meminjam mesin potong atau gergaji dari tetangganya dengan menyewa Rp50 ribu per hari.

Perajin aneka pot bunga dari tempurung kelapa, Robinson, saat ditemui di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (7/12/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Menurutnya, harus menggunakan mesin potong bila ordernya meningkat, agar pekerjaan menjadi lebih cepat dibandingkan menggunakan gergaji kayu biasa.

“Kalau banyak pesanan terpaksa saya harus menyewa gergaji mesin, supaya cepat selesai potong tempurungnya. Saya masih kumpul uang buat beli mesin potong,” ujarnya.

Sementara itu, Tadeus Tara, salah seorang pedagang di Pasar Alok mengakui hasil produksi tempurung kelapa yang dijual sudah bagus, namun harus lebih rapi lagi pengerjaannya.

Tadeus mengatakan, terkadang ada masyarakat yang kreatif membuat aneka kerajinan tangan, namun terkendala peralatan, sehingga pemerintah bisa memberikan bantuan pinjaman modal usaha.

“Harus ada bantuan modal usaha dan pelatihan agar perajin tradisional bisa menghasilkan produk yang lebih bagus dan disukai pasar. Kalau produknya bagus, harga jualnya pasti lebih mahal,” ucapnya.

Lihat juga...