Riau Serap 5.362 Tenaga Kerja Lewat Program Padat Karya Mangrove

PEKANBARU — Pelaksanaan program Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PKPRM) Tahun 2021 tersebar di Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir dan Kabupaten Pelalawan telah menyerap 5.362 tenaga kerja.

“Tenaga kerja yang dilibatkan itu dengan pekerjaan melakukan penanaman mangrove pada lahan seluas 6.320 hektare. Seluruh pelaksanaannya dikerjakan masyarakat, bekerjasama dengan BRGM, KLHK dan KPH,” kata Kepala BPDAS Indragiri Rokan Irpana Nur di Pekanbaru, Jumat.

Menurut dia, program padat karya ini memberikan multi manfaat, selain bagian dari upaya penyelamatan abrasi di kawasan pesisir, juga memberi manfaat ekonomi karena setiap pembayaran diberikan langsung ke rekening masing-masing anggota yang bekerja.

“Kegiatan ini melibatkan 271.969 Hari Orang kerja atau HOK. Ada 168 kelompok masyarakat dan jumlah tenaga kerja yang terserap berdasarkan total jumlah anggota kelompok penerima padat karya mencapai 5.362 orang,” katanya.

Melalui target luasan tanam yang diberikan, katanya lagi, bibit tertanam melalui PKPRM mangrove pada kawasan pesisir se-Riau mencapai 19.830.600 batang bibit. Ini menjadi jumlah terbanyak yang pernah dikerjakan bersama-sama dengan pelibatan aktif masyarakat.

Pengerjaannya di lapangan, katanya, banyak dijumpai tantangan seperti pasang surut air laut, sehingga mengakibatkan kelompok masyarakat harus menanam di subuh hari atau menjelang magrib di saat air laut surut.

“Selain itu juga ada tantangan dari faktor alam ataupun jenis satwa pemakan bibit/propagule yang mengakibatkan bibit menjadi rusak. Untuk itu antar kelompok masyarakat didorong untuk saling transfer pengetahuan, sehingga program ini ke depannya bisa berjalan dengan lebih baik lagi,” katanya.

Kelompok masyarakat selalu dibantu pendamping desa dalam persiapan dokumen administrasi. Selain itu pendamping desa dan kordinator lapangan membantu kelompok masyarakat agar pelaksanaan padat karya berjalan dengan baik dan sesuai target.

Secara nasional, pemerintah menargetkan rehabilitasi mangrove dapat mencapai 630.000 hektare di sembilan provinsi prioritas hingga tahun 2024. Rehabilitasi dilakukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) beserta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Data eksisting mangrove di Indonesia saat ini seluas 3,36 juta ha. Rehabilitasi ekosistem mangrove secara besar-besaran sejak 2019 telah menjadi salah satu bentuk keseriusan komitmen pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim. [Ant]

Lihat juga...