Rob di Sulteng Diprediksi Berakhir Pertengahan Desember Ini

PALU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi banjir air laut pasang atau rob yang terjadi di sejumlah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, berakhir pada pertengahan Desember 2021.

“Prediksi kami, rob masih berlangsung hingga 13 Desember karena tinggi muka air laut melebihi batas maksimum,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Nur Alim yang dihubungi di Palu, Jumat (10/12/2021).

Menurut analisis BMKG, fenomena rob yang terjadi kali ini di pesisir pantai Sulteng, rob kemungkinan terakhir di 2021.

Daerah-daerah yang mengalami fenomena ini di antaranya Teluk Palu, Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Buol, Kabupaten Banggai dan Kavupaten Banggai Kepulauan. Rob terjadi di waktu petang hingga malam hari.

Di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, rob terjadi setiap hari ketika air laut pasang karena permukaan tanah mengalami penurunan akibat gempa dan tsunami pada 28 September 2018.

Ia menjelaskan, rob terjadi dipicu fase pasang air laut maksimum dengan fenomena angin kencang dan gelombang tinggi dan posisi bulan terdekat, yang terjadi secara bersamaan.

“Puncak rob terjadi pada Rabu (8/12). Minimal fenomena ini berlangsung selama tujuh hari hari, tiga hari sebelum dan sesudah bulan purnama,” papar Alim.

Ia menambahkan, curah hujan mengalir ke laut tertahan oleh genangan air ke darat, sehingga hal ini memicu dorongan air laut masuk ke daratan lebih cepat, terlebih dampak angin dan gelombang tinggi di perairan ketika fase air laut pasang maksimum sedang terjadi.

Menurutnya, warga pesisir dan nelayan bijak menyikapi fenomena ini dengan kearifan secara alamiah yang mereka miliki daya prediksi pasang-surut air laut dengan pengetahuan tradisional berdasarkan perhitungan bulan di langit.

“Artinya, kapan rob terjadi mereka sudah tahu. Antisipasi supaya tidak membahayakan keselamatan jiwa, nelayan membatasi diri beraktivitas di laut. Lalu, jika genangan air semakin tinggi, mengevakuasi diri ke tempat lebih aman,” kata Alim. (Ant)

Lihat juga...