Saat Pandemi, KWT Mentari Sukses Kembangkan Pertanian Herbal

YOGYAKARTA – Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari, Dusun Karangploso, Kabupaten Sleman, sukses mengembangkan usaha pertanian tanaman herbal serta sayuran dan buah dengan sistem hidroponik, pada masa pandemi Covid-19.

“Saat ini, anggota kami ada 23 ibu-ibu di dusun ini dan sudah ada 500 titik tanaman herbal, sayuran maupun buah-buahan,” kata Pengurus KWT Mentari, Rini Laksinto di Sleman, Jumat (3/12/2021).

Menurut dia, kegiatan KWT Mentari ini bermula dari hobi bercocok tanam di pekarangan rumah, kaum perempuan di Dusun Karangploso, Kabupaten Sleman.

“Kami kan sering membuat jamu empon-empon. Dari hidroponik ada bayam Brazil, kita buat peyek, stik. Setiap mereka buat itu, mereka dapat uang saku dari KWT,” katanya.

Ia mengatakan, setiap kali datang untuk mengolah hasil pertanian, 23 anggota KWT Mentari mendapatkan uang saku Rp50.000 dan setidaknya para ibu ini berproduksi seminggu tiga kali.

“Kan lumayan, seminggu tiga kali datang, jadi Rp150.000. Itu benar-benar saya rasakan membantu sekali untuk mereka,” katanya.

Rini mengatakan, KWT Mentari sudah berdiri sejak 28 November 2018. Awalnya hanya menjadi wadah berkumpulnya ibu-ibu di Dusun Karangploso dalam menyalurkan hobi bertanamnya.

Namun sejak mendapatkan pelatihan membuat jamu pada Desember 2019, mereka mulai memproduksi jamu empon-empon dari hasil panen tanaman mereka.

Mereka berinovasi dengan membuat empon-empon instan, dengan slogannya “Cara Modern Menikmati Jamu”.

“Ternyata produk kami disambut antusias pasar. Apalagi momentumnya pas, saat pandemi Covid-19 mulai menyebar di tanah air. Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat menginginkan sesuatu yang praktis untuk daya tahan tubuh,” katanya.

Lihat juga...