Satgas : DKI Jakarta Laporkan Kasus Harian Positif COVID-19 RI Terbanyak

JAKARTA — Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bertambah 189 kasus dan DKI Jakarta mencatatkan angka terbanyak mencapai 53 kasus pada Kamis hingga pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 diterima di Jakarta, Kamis, mencatat kasus terkonfirmasi harian terbanyak kedua terjadi di Papua Barat sebanyak 29 kasus, Jawa Timur 19 kasus, Jawa Tengah 17 kasus dan Jawa Barat 16 kasus.

Secara akumulasi kasus terkonfirmasi sejak pandemi COVID-19 diumumkan di Indonesia sebanyak 4.262.540 kasus.

Sementara angka kesembuhan harian bertambah 399 jiwa. Angka kesembuhan harian tertinggi terjadi di Papua Barat sebanyak 252 jiwa, disusul DKI Jakarta 34 jiwa, Jawa Tengah 32 jiwa, dan Jawa Barat 19 jiwa. Dengan penambahan 399 jiwa ini, maka total angka kesembuhan mencapai 4.114.141 jiwa.

Angka kematian secara nasional bertambah tujuh orang yang berasal dari enam provinsi, yakni Jawa Timur (dua orang), Jawa Tengah (satu orang), Bali (satu orang), Sumatera Barat (satu orang), NTB (satu orang), dan Riau (satu orang). Secara total angka kematian akibat COVID-19 sejak Maret 2020 mencapai 144.088 jiwa.

Untuk kasus aktif berkurang 217 jiwa sehingga total saat ini mencapai 4.311 kasus. Mereka yang dinyatakan suspek mencapai 4.059 jiwa, dan spesimen yang diperiksa 229.759 spesimen.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas COVID-19 Alexander K. Ginting mengatakan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ditingkat desa dan kelurahan harus lebih didorong untuk galakkan protokol kesehatan (prokes) pada masyarakat.

“Jadi dengan ini, kita bisa menanggulangi agar Omicron tidak masuk ke kampung, RT atau RW kita dengan mengaktifkan posko PPKM skala mikro,” kata Alexander.

Alexander menuturkan posko PPKM yang ada ditingkat desa atau kelurahan harus lebih dapat mengalakkan penerapan protokol kesehatan supaya tidak terbentuk adanya klaster-klaster baru pada keluarga maupun sikap abai pada masyarakat karena kondisi pandemi yang masih terkendali.

Upaya tersebut juga dapat mencegah masuknya varian Omicron yang meskipun memiliki gejala yang ringan seperti menyebabkan flu, sakit tenggorokan dan demam tetapi memiliki kemampuan penularan yang sangat cepat dan dapat meningkatkan kapasitas rawat inap di rumah sakit. [Ant]

Lihat juga...