Satgas: PCR di Gerbang Internasional Dapat deteksi COVID-19 Varian Omicron

JAKARTA — Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan enam gerbang masuk internasional telah menggunakan alat tes PCR yang dapat mendeteksi varian Omicron.

“Data Kementerian Kesehatan menunjukKan bahwa pengetesan sudah diteruskan di enam gerbang kedatangan Warga Negara Asing (WNA) di mana setiap lab memiliki kemampuan mengetes 500 sampai 600 sampel setiap hari,” kata dia dalam konferensi pers daring yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Selain penyesuaian tes PCR, untuk mencegah penyebaran COVID-19 varian Omicron, pemerintah juga membatasi sementara masuknya pelaku perjalanan internasional dengan riwayat perjalanan atau pernah singgah di negara-negara yang telah mengonfirmasi keberadaan COVID-19 varian Omicron.

Negara-negara yang dimaksud ialah Afrika Selatan, Bozwana, Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Eswatini, dan Lesotho.

Warga Negara Indonesia (WNI) yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan atau singgah di negara-negara tersebut wajib melakukan karantina selama 14 hari dengan pelaksanaan tes COVID-19 pada hari pertama serta hari ke-13.

WNA dan WNI yang melakukan perjalanan atau transit di negara-negara yang belum terkonfirmasi COVID-19 varian Omicron diperbolehkan masuk Indonesia, dengan kewajiban melaksanakan karantina selama 10 hari dan melakukan tes pada hari pertama dan ke-9.

Pemerintah menetapkan pengecualian pembatasan sementara bagi WNA dari negara yang memiliki skema perjanjian bilateral dengan Indonesia, pemegang diplomatic and service VISA, pemegang Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), dan WNA setara menteri ke atas.

Lihat juga...