Satuan Pendidikan Vokasi Didorong Lakukan Inovasi

Pendiri perusahaan D Tech Enggineering, Arfian Fuadi menuturkan program itu sebagai salah satu cita-cita yang dibangun perusahaannya untuk dapat mengangkat semangat anak bangsa dalam menciptakan inovasi-inovasi terbaru.

Ia mengisahkan bahwa pada awal, perusahaannya murni melayani pesanan dari luar negeri, namun mulai tahun 2018 ia lebih menaruh perhatian kepada Indonesia.

“Kami prihatin manakala pada tahun yang sama kami melihat Indeks Paten Indonesia yang hanya berjumlah 21, sedangkan yang kami setor untuk US PTO (United States Patent and Trademark Office’s) berjumlah 25. Kami kaget dan ingin berbuat sesuatu untuk Indonesia,” ungkap Arfian.

Arfian menyampaikan setiap tahun perusahaannya melatih kurang lebih 500 orang yang terdiri dari guru serta peserta didik.

“Kami terbuka, saat ini ada 15 SMK yang kami latih dan masih ada lagi di luar ini,” jelas Arfian.

Sementara itu, Direktur Operasional Yayasan Nusa Persada, Sumiyanto menuturkan para mahasiswa lulusan SMK Nusa Persada dapat membiayai kuliahnya melalui bisnis yang sedang dijalankan.

“Anak-anak di Akademi Teknik Wacana Manunggal ini kami sediakan mesin CNC, untuk kemudian mendesain produknya sendiri yang kemudian dijual,” kata Sumiyanto.

Selain itu, juga memiliki bidang market analysis, designer, operator dan pemasar yang akan menaruh produk di pasar daring (marketplace) untuk dijual.

“Jadi mereka membiayai kuliahnya melalui bisnis yang mereka jalankan dan mendapat gaji,” imbuh Sumiyanto.  [Ant]

Lihat juga...