SDN Beji 4 Kota Depok Gelar Vaksinasi Covid-19 Peserta Didik

DEPOK — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Beji 4, Kota Depok, Jawa Barat, menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac bagi para peserta didik, mulai dari Kelas I hingga VI selama dua hari.

Pantauan Cendana News di lokasi vaksinasi massal di sekolah yang berada di bilangan Jalan Pakis No. 1, Depok Utara, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, para peserta didik didampingi oleh orangtua atau wali murid masing-masing.

Vaksinasi Covid-19 yang berlangsung sejak Rabu (29/12) dan berlanjut pada Kamis (30/12) bertajuk “Vaksinasi Merdeka Anak” di SDN Beji 4 sebagai sebagai sentra vaksinasi, dapat terlaksana berkat kerja sama pihak Polsek Beji berkolaborasi dengan Puskesmas Depok Utara.

Sebelum proses vaksinasi, para peserta didik diminta terlebih dahulu mengisi link pendaftaran yang telah disiapkan oleh pihak Puskesmas Depok Utara. Dan pada saat pelaksanaan, peserta didik wajib mengikuti alur vaksinasi mulai dari pemeriksaan suhu badan dan penyemprotan hand sanitizer di pintu gerbang masuk sekolah. Pun orangtua/wali murid yang mendampingi sang anak menjalani hal serupa.

Selanjutnya melakukan registrasi, pemeriksaan data, pemeriksaan tekanan darah dan suhu badan, proses screening, penyuntikan vaksin, dan diakhiri observasi pascasuntik vaksin lebih kurang 5 menit.

Selama masa antrean pemanggilan, peserta didik dan orangtua/wali murid menanti di kursi yang telah tersedia dengan menjaga jarak sesuai protokol kesehatan di lapangan sekolah yang biasa digunakan untuk upacara, olahraga, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Kepala Sekolah SDN Beji 4, Ika Mulyati, mengatakan, vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 di sekolahnya menyasar pada seluruh kelas. Total peserta didik di SDN Beji 4 ada 434 orang. Berdasarkan data pendaftaran yang masuk untuk vaksinasi Covid-19 pada hari Rabu dan Kamis mencapai 340 anak.

“Yang mendaftar pada hari Rabu ada sekira 170 siswa, dan datang mengikuti vaksin sekira 160 lebih. Hari ini yang terdaftar juga sekira 170 peserta didik, dan yang datang sementara belum diketahui totalnya karena saat ini masih proses vaksinasi,” ujar Ika Mulyati kepada Cendana News, Kamis (30/12/2021) siang.

Kepala Sekolah SDN Beji 4, Ika Mulyati di kantornya saat ditemui Cendana News, Kamis (30/12/2021). -Foto: Makmun Hidayat

Ika menambahkan, vaksinasi Covid-19 dibagi dua termin. Untuk siswa Kelas I, II dan V pelaksanaannya hari Kamis ini, karena harus setelah BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah – red.) sebulan yang terakhir. Dan, untuk siswa Kelas III, IV, dan VI itu kemarin Rabu, karena belum BIAS, jadi aman. Tidak menunggu sampai sebulan.

“Sebetulnya yang tercover untuk vaksinasi ini sesuai dengan usia yang ditentukan, yakni dari usia 6 sampai 11 tahun. Tetapi ada beberapa orangtua dengan alasan sendiri tidak mengikutkan vaksinasi. Ada yang sakit, ada merasa takut, ada juga yang vaksin mandiri,” bebernya.

Jadi, lanjut Ika, semua peserta didik pada prinsipnya diikutsertakan dalam vaksinasi Covid-19. Pihak sekolah hanya melaksanakan, yang punya program adalah pemerintah.

“Adapun bagi orangtua yang tidak bersedia anaknya divaksin Covid-19, silakan memberikan alasan tersendiri,” tandasnya.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 di sekolah-sekolah, termasuk di SDN Beji 4, jelas Ika, merupakan inisiasi dari Pemkot Depok untuk seluruh sekolah.

“Kita dari pihak sekolah hanya menyiapkan dan melaksanakan dengan pihak-pihak terkait,” imbuhnya seraya mengatakan kegiatan vaksinasi Covid-19 di SDN Beji 4 penyelenggaranya dari Polsek Beji bekerja sama dengan Puskesmas Depok Utara, dan melibatkan mahasiswa untuk membantu meng-input data.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Depok Utara dr. Meri Safriani, mengatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 hingga 11 tahun digelar di sekolah bertujuan agar tersentralisasi. “Di wilayah Kecamatan Beji ada 12 sekolah yang menjadi sentra vaksinasi Covid-19,” imbuhnya.

Dengan upaya jemput bola ini, ia berharap target vaksin anak tercapai. Selain itu, harap dr Meri, dengan digelarnya vaksinasi Covid-19 bagi peserta didik di SD, sasaran vaksin anak bulan Desember bisa maksimal, dan pandemi ini segera berakhir.

Kembali KBM di Sekolah

Dengan telah divaksinnya para peserta didik, Ika berharap ini efektif bagi kesehatan anak-anak, dan dapat menjaga kekebalan tubuh terhadap adanya pandemi Covid-19, sehingga proses belajar ke depan dengan adanya vaksinasi diharapkan bisa kembali tatap muka di sekolah.

“Karena dengan belajar tatap muka kita bisa berinteraksi dengan siswa. Kemudian segala kesulitan dalam belajar bisa langsung dibicarakan. Sedangkan kalau secara online, itu mungkin banyak kelemahannya, terutama dari sisi kegiatan belajar siswa itu sendiri di rumah,” bebernya.

Ika melanjutkan, bagi orangtua yang peduli, proaktif terhadap belajar anak dan ingin anaknya memiliki pengetahuan, mungkin mereka menunggui anaknya belajar.

“Tapi ada juga, kita tidak memungkiri orangtua yang ingin anaknya cuma dapat nilai. Artinya, anaknya dapat nilai besar, tetapi orangtua yang mengerjakan. Sedangkan ketika kita konfirmasi di sekolah, ketemu ternyata anaknya belum bisa,” imbuhnya.

Jadi, dengan vaksinasi Covid-19 yang menyasar kepada para peserta didik diharapkan pada gilirannya akan lebih membuka peluang bagi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

“Insyaallah membuka peluang untuk terlaksananya PTM dengan lancar ke depannya. Dan, mungkin rasa khawatir kita pun berkurang kalau anak sudah punya kekebalan. Tetapi, kita tetap harus waspada dan taat prokes,” harapnya.

Menurut Ika, vaksinasi juga menjadi salah satu upaya dalam mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Dengan adanya vaksin, sehingga diharapkan anak-anak kebal terhadap Covid-19 atau tertangkal.

“Dan kami pun di sekolah, selalu siap dengan sarana prokes pada PTM (terbatas – red.) yang telah berjalan juga, seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan sarana lainnya,” tandasnya.

Ditemui terpisah, Muhaimin Natanegara, salah satu siswa Kelas VI A SDN Beji 4, mengaku senang telah divaksinasi Covid-19 di sekolahnya. Dia pun berharap bisa kembali belajar di sekolah. (M. Hidayat)

Lihat juga...