Sydney Hadapi Kasus Omicron Tanpa ‘Lockdown’

SYDNEY – Otoritas Australia pada Rabu menandai kemungkinan kasus lain varian Omicron di Sydney, saat pemerintah bersiap untuk menghadapi kemunculan lebih banyak infeksi.

Kasus varian baru kemungkinan bertambah setelah setidaknya dua pelancong internasional mengunjungi beberapa lokasi di Sydney, dan dicurigai menularkan.

“Kami yakin tampaknya kasus itu akan dikonfirmasi sore ini sebagai kasus Omicron,” kata Menteri Kesehatan Negara Bagian New South Wales, Brad Hazzard, kepada wartawan.

Namun, ia menepis kemungkinan untuk memberlakukan penguncian dalam upaya mencegah penyebaran varian yang baru teridentifikasi tersebut.

“Saya merasa, bahwa ini waktunya untuk mengubah pendekatan. Kita tidak tahu berapa banyak lagi varian virus ini akan muncul,” kata Hazzard.

Sydney, kota terbesar Australia, pada awal Oktober terbebas dari penguncian –yang sebelumnya diterapkan selama empat bulan untuk menekan wabah varian Delta– dan sudah secara perlahan melonggarkan pembatasan setelah tingkat vaksinasi tinggi.

Omicron mendorong Australia untuk menunda rencananya membuka kembali perbatasannya selama dua minggu sejak Rabu, bagi migran terampil dan pelajar asing.

Kewajiban karantina sudah diberlakukan untuk warga negara yang kembali dari negara-negara di Afrika bagian selatan.

Warga Australia yang sudah divaksinasi dan akan berkunjung ke Sydney dan Melbourne dari seluruh negara lain, sekarang harus menjalani karantina selama 72 jam.

Negara-negara bagian lain di Australia belum membuka perbatasan internasionalnya.

“Sangat membingungkan, sangat emosional… saya banyak berdoa. Saya hanya berpikir saya akan mendarat di sini dan melihat apa yang terjadi,” kata Lorelle Molde yang kembali ke Australia dari Amerika Serikat, di bandara Sydney.

Jika dipastikan kebenarannya, kemungkinan kasus terbaru akan menjadikan jumlah total infeksi Omicron terkonfirmasi di Australia menjadi tujuh kasus, yang enam di antaranya terdeteksi di New South Wales.

Satu orang lain yang tertular varian Omicron sedang menjalani isolasi di fasilitas karantina di wilayah terpencil bagian utara.

Kepolisian menyebutkan, tiga orang ditahan setelah melarikan diri dari fasilitas itu pada Rabu pagi.

Pihak berwenang pada Selasa (30/11) mengonfirmasi kasus komunitas pertama dari varian baru di negara itu, tetapi kabinet nasional memutuskan untuk menolak pembatasan lagi, dan menunggu banyak data terkait tingkat keparahan dan penularannya.

Australia telah mencatat sekitar 212.000 kasus dan 2.012 kematian akibat Covid-19.(Ant)

Lihat juga...