Tahun Depan Tarif Penyeberangan Kayangan-Poto Tano, Naik

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H Lalu Moh Faozal. -Ant

MATARAM – Tarif penyeberangan lintas Pelabuhan Kayangan di Pulau Lombok ke Pelabuhan Poto Tano di Pulau Sumbawa, naik mulai 1 Januari 2022.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H Lalu Moh Faozal, mengatakan penyesuaian tarif penyeberangan Kayangan – Poto Tano itu diatur melalui Surat Keputusan Gubernur NTB Nomor 550-776 Tahun 2021, dan Keputusan Direksi PT. ASDP IF (Persero) Nomor KD.130/OP.404/ASDP-2021 Tentang Tarif Angkutan Penyeberangan Lintas Kayangan – Poto Tano di Provinsi NTB.

“Penyesuaian tarif ada kenaikan 15 persen, untuk Kayangan – Poto Tano dan mulai diberlakukan 1 Januari 2022,” ujarnya di Mataram, Senin (27/12/2021).

Faozal menjelaskan, kenaikan tarif penyeberangan Kayangan – Poto Tano tidak serta merta. Prosesnya sudah dilakukan sejak enam bulan terakhir.

Hal ini bermula dari usulan atau permintaan dari pihak Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Kayangan yang diajukan pada Juli 2021.

Gapasdap Kayangan Poto Tano meminta tarif penyeberangan Kayangan – Poto Tano disesuaikan dengan kenaikan 25,5 persen dari tarif dasar. Alasannya karena biaya operasional kapal meningkat, sementara tarif penyeberangan selalu stagnan dalam lima tahun terakhir.

Menurut Faozal, berdasarkan permintaan Gapasdap tersebut, Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan kemudian membentuk tim membahas penyesuaian tarif angkutan penyeberangan lintas Kayangan – Poto Tano yang beranggotakan Dishub, ASDP, Gapasdap, Organda, dan juga akademisi Universitas Mataram (Unram).

“Dari proses itu, kita lakukan rapat pembahasan kurang lebih empat kali. Kita juga minta hitung-hitungan dari akademisi Unram, sehingga dari usulan Gapasdap kenaikan 25,25 persen, akhirnya bisa ditekan sehingga kenaikan penyesuaian disepakati sebesar 15 persen dari tarif dasar, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ucapnya.

Faozal menjelaskan, penyesuaian tarif penyeberangan Kayangan – Poto Tano akan disertai peningkatan pelayanan di rute penyeberangan tersebut.

Komitmen para pengusaha kapal untuk memberikan pelayanan dan jasa yang Bersih, Sehat, Aman dan Ramah Lingkungan (CHSE).

Lihat juga...