Tiga Nelayan Aceh Tenggelam di Selat Malaka Dipulangkan dari Malaysia

Menurut informasi yang ia peroleh, ketiga nelayan yang berasal dari Aceh Tamiang itu mengalami musibah saat mencari ikan. Namun, pada hari itu, perahu motor mereka dihantam ombak besar sehingga pecah dan tenggelam.

“Ada sekitar 15 jam mereka terombang-ambing di lautan yang hanya berpelampung galon air, setelah karamnya perahu motor mereka,” ujarnya.

Kemudian, tiga nelayan itu diselamatkan awak kapal kontainer MV Kota Singa yang berbendera Singapura karena kapal yang membawa peti kemas itu tengah melintasi di perairan Selat Malaka.

“Lalu ketiga nelayan itu dinaikkan ke kapal kontainer tersebut, dan dibawa ke Port Klang, Malaysia,” kata Almuniza.

Setelah kapal kontainer itu bersandar di Port Klang Malaysia, pada 15 Desember 2021, ketiga nelayan itu didatangi Satgas Perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur yang terdiri Atase Perhubungan dan Fungsi Konsuler Perlindungan, guna melakukan pertemuan.

“Tim Satgas KBRI Kuala Lumpur saat itu memberikan apresiasi kepada awak kapal kontainer MV Kota Singa. Karena telah memberikan bantuan kepada tiga nelayan asal Aceh Tamiang itu,” ujarnya.

Badan Penghubung Pemerintah Aceh mendapatkan kabar pemulangan mereka dari KBRI Kuala Lumpur, untuk memfasilitasi penjemputan di Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Almuniza mewakili Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh, berterima kasih kepada awak Kapal kontainer MV Kota Singa, KBRI Kuala Lumpur, Kementerian Luar Negeri RI, BP2MI serta unsur lainnya karena telah membantu penyelamatan dan mengurus pemulangan para nelayan Aceh. [Ant]

Lihat juga...