TNI-POLRI Awasi Ketat Bandara Internasional Juanda Cegah Klaster Omicron

SURABAYA – TNI-Polri mulai menyiagakan personel Satgas penanganan kepulangan PMI yang akan disebar ke sejumlah lokasi, salah satunya Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo hingga di lokasi karantina, yang akan dipusatkan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan, mengatakan, masing-masing personel itu nantinya akan dibagi menjadi beberapa Sub Satgas, yang memiliki tugas melaksanakan penegakan protokol kesehatan, yang ditujukan bagi para pekerja migran Indonesia, hingga WNI maupun WNA yang tiba di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.

“Digelarnya Apel ini sebagai tahap persiapan, sekaligus langkah antisipasi yang dirasa tepat dan strategis. Karena, rencana akan dibukanya kembali penerbangan Internasional di Bandara Juanda yang dijadikan pintu PPLN, diperkirakan kurang lebih sejumlah 300 orang per harinya,” ujar Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan, dalam keterangan tertulis diterima Cendana News, Rabu (29/12/2021).

Kasdam V/Brawijaya menjelaskan, langkah penanganan antara lain penerapan protokol kesehatan yang ketat hingga pelaksanaan tes PCR dan karantina selama 10 hari.

“Tempat karantina sudah kami persiapkan sebagai langkah antisipasi kedatangan PMI, WNI dan WNA. Lokasi itu di Asrama Haji, Balai Diklat Kemenag dan di LPMP,” kata Kasdam.

Brigjen TNI Agus Setiawan menegaskan, langkah persiapan yang dilakukan oleh Forkopimda Jatim kali ini merupakan salah satu bentuk pengawasan sekaligus antisipasi pencegahan timbulnya klaster baru pandemi Covid 19 varian Omicron, yang saat ini sudah melanda di beberapa negara.

“Untuk karantina, pelaksanaannya dilakukan selama 9 hari. Setelah itu, melaksanakan SWAB PCR. Di hari ke-10 jika hasil tes dinyatakan negatif, bisa kembali ke rumah secara mandiri. Bila hasilnya positif, segera kita lanjutkan penanganan di RS Dr. Soetomo Surabaya,” jelas Kasdam.

Lihat juga...