TRC BPBD DIY Minta Masyarakat Waspada Bencana Longsor

Kepala Bidang Operasi TRC BPBD DIY Endro Sambodo saat ditemui di Kantor TRC BPBD DIY, Kamis (9/12/2021). -Ant

YOGYAKARTA – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di perbukitan atau bantaran sungai mulai meningkatkan kewaspadaan potensi bencana tanah longsor.

Kepala Bidang Operasi TRC BPBD DIY, Endro Sambodo, mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan, karena sejak Oktober hingga awal Desember 2021 mulai banyak laporan kejadian longsor di wilayah ini.

“Sudah banyak (kejadian longsor) terutama di beberapa titik perbukitan Menoreh (Kulon Progo). Sudah beberapa kali longsor yang bahkan sampai memutus akses jalan, merusak fasilitas publik, bahkan banyak perumahan warga terkena longsoran,” kata Endro di Yogyakarta, Kamis (9/12/2021).

Menurut dia, bencana longsor tersebut dipicu oleh pegerakan tanah akibat curah hujan yang sudah di atas normal, sesuai prakiraan Badan Meteroroligi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta.

Sebelumnya, BMKG Yogyakarta menyebutkan sejak awal musim hujan Oktober hingga awal 2022, La Nina diperkirakan memberi dampak peningkatan intensitas curah hujan bulanan di atas normal yang cukup tinggi.

Menurut Endro, saat curah hujan normal, perbukitan Menoreh telah memiliki potensi pergerakan tanah, baik pergerakan pelan atau cepat.

“Apalagi curah hujan melebihi normalnya, maka potensi pergerakan tanah lebih besar lagi,” kata dia.

Selain di perbukitan Menoreh, menurut Endro sejumlah wilayah DIY lainnya juga memiliki potensi yang sama. Beberapa di antaranya, yakni kawasan perbukitan di Kecamatan Prambanan (Sleman), perbukitan Dlingo dan Imogiri (Bantul), Gedangsari (Gunung Kidul), serta seluruh bantaran sungai di Kota Yogyakarta.

Lihat juga...