Warung Kita di Trirenggo Bantul Dinilai Kurang Maksimal Berkembang

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – KUD Gemah Ripah yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Trirenggo, Bantul, berencana mengembangkan unit usaha Warung Kita menjadi sejumlah unit turunannya di masa mendatang. Mulai dari Warung Kita berbasis Grosir dan Retail, Warung Makan, Warung Saprotan dan Warung Usaha Anggota.  

Pengembangan itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan tujuan awal pembentukan Warung Kita, yakni untuk menstimulan munculnya usaha-usaha mandiri anggota koperasi di Trirenggo, Bantul. Terlebih selama ini, unit usaha Warung Kita, dinilai kurang bisa berkembang optimal akibat berbagai kendala, termasuk terdampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Manajer Umum KUD Gemah Ripah Trirenggo, Bantul, Ambyah, mengatakan unit usaha Warung Kita, awalnya didirikan Yayasan Damandiri dengan nama Warung Cerdas Damandiri. Awalnya, unit usaha ini diharapkan dapat menjadi supplier bagi warung-warung rakyat binaan KUD Gemah Ripah Trirenggo, yang tersebar di seluruh padukuhan.

“Namun dalam perjalanannya terdapat banyak sekali hambatan. Sehingga untuk saat ini Warung Kita lebih berfungsi sebagai penyalur Program Pemerintah, yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di samping juga menyediakan kebutuhan masyarakat, khususnya sembako di sekitar warung,” kata Ambyah, dalam kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KUD Gemah Ripah Trirenggo, Bantul, tahun buku 2020 yang digelar di desa setempat, pekan lalu.

Sepanjang 2020-2021, Warung Kita dikatakan tetap fokus menjadi warung penyalur bantuan pemerintah, yaitu Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilaksanakan setiap bulan sekali. Sebagai penyalur program ini, unit usaha Warung Kita KUD Trirenggo rutin menyalurkan paket sembako senilai Rp.200.000, per penerima manfaat. Setiap bulannya terdapat sekitar 200-250 warga Trirenggo dan sekitarnya yang mengambil bantuan BPNT di Warung Kita.

“Beruntung, dengan rutin menyalurkan program BPNT ini, unit usaha Warung Kita KUD Gemah Ripah Trirenggo tetap bisa bertahan selama pandemi Covid-19. Sebab, jika hanya mengandalkan penjualan kebutuhan sehari-hari saja tidak bisa untuk menutup biaya operasional,” ungkapnya.

Atas dasar itul, KUD Gemah Ripah mewacanakan pengembangan unit usaha Warung Kita menjadi sejumlah turunannya di masa mendatang. Baik berupa Warung Kita berbasis Grosir dan Retail, Warung Makan, Warung Saprotan dan Warung Usaha Anggota.

Warung Grosir dan Retail merupakan stimulant bagi anggota koperasi, agar dapat membuka usaha-usaha mandiri. Grosir digunakan untuk membantu menekan biaya produksi awal. Sementara retail digunakan sebagai salah satu pemasukan bagi usaha koperasi, guna mendukung operasional koperasi.

Namun pada jenis retail, anggota masih dapat menggunakan dengan skema diskon bagi anggota koperasi, dengan besaran yang belum ditentukan.

Sedangkan, Warung Makan merupakan subprogram dari program Warung Kita, guna menambah pemasukan usaha bersama anggota. Pemasukan ini digunakan untuk mendukung operasional koperasi, serta pembagian sisa hasil usaha kepada anggota.

Sedangkan Warung Saprotan merupakan penyediaan saprotan bagi anggota dan nonanggota koperasi dalam upaya mendekatkan sarana produksi pertanian.

“Dan, untuk Warung Usaha Anggota merupakan subprogram Warung Kita untuk mendukung pemasaran hasil kreasi anggota koperasi kepada konsumen berbasis platform digital, dan offline store di luar Desa Trirenggo. Nantinya ini bisa dijalankan menggunakan skema kerja sama bagi hasil,” pungkasnya.

Lihat juga...