22 Anak Pulau Belakangpadang di Batam Derita Kekerdilan

Sementara di pulau utama, dari sekitar 52 ribu anak yang diukur, sebanyak 3.244 anak di antaranya menderita kekerdilan, atau 6,2 persen.

“Artinya, di hinterland persentase anak stunting lebih kecil kalau melihat kekerdilan dengan balita keseluruhan di bandingkan dengan mainland,” kata dia.

Dalam rembuk stunting di Pulau Belakangpadang, ditemukan sejumlah kendala dalam penanganan kekerdilan, di antaranya keterbatasan alat pengukur panjang bayi dan sulitnya pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil di pulau-pulau.

Menurut Wakil Wali Kota, penyebab utama terjadinya anak kerdil di pulau penyangga lebih pada keterbatasan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil. Bukan kurangnya gizi anak.

Transportasi antarpulau yang masih terbatas, ditambah kurangnya edukasi untuk ibu hamil membuat pemeriksaan kandungan juga terbatas.

“Makanya sedang kami pikirkan untuk biaya transportasi,” kata dia. [Ant]

Lihat juga...