56 Tahun Peristiwa Tritura, Tugu 66 akan Dipindah ke Kawasan Taman Menteng

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Rencananya, upacara seremonial pemindahan Tugu 66 ini akan dilaksanakan Senin pagi dengan dihadiri Ketua Umum Laskar Ampera Arief Rachman Hakim, Abdul Muis, hingga sejumlah tokoh gerakan 66 yang masih hidup, seperti Fahmi Idris, Akbar Tanjung, Sofjan Wanandi, Harry Tjan Silalahi, Bomer Pasaribu, hingga satu-satunya mantan Komandan Batalyon pada saat itu yang masih hidup Rasyid Emily.

“Monumen atau Tugu 66 ini dulunya pertama kali diresmikan tahun 1992 oleh Presiden kedua RI HM Soeharto. Karena itu kita berharap dalam acara pemindahan nanti, juga bisa diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo atau paling tidak oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan,” katanya.

Sebagaimana diketahui monumen atau Tugu 66 yang berdiri di tepian Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta merupakan tugu berbentuk double angka 6 (enam). Tugu ini merupakan hasil karya tangan pematung Dolorosa Sinaga asal Sibolga Sumatera Utara.

Monumen atau Tugu ini didirikan untuk mengenang gerakan para mahasiswa, pelajar, dan pemuda Angkatan 1966 yang menuntut Pemerintah Rezim Soekarno waktu itu untuk membubarkan PKI, menurunkan harga, dan membubarkan kabinet 100 menteri atau yang biasa dikenal dengan peristiwa Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).

Lihat juga...