Beras Maleo Bulog Jajal Pasar Pangan Indonesia Timur

PALU — Perusahaan Umum (Perum) Badan Usaha Logistik (Bulog) Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), terus menggencarkan beras Maleo menjajal pasar pangan di kawasan timur Indonesia (KTI).

Kepala Kanwil Bulog Sulteng David Susanto mengatakan, hingga saat ini beras Maleo telah mampu menembus pasar-pasar di Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

“Terbaru kita sudah mengirimkan lagi ke Provinsi Papua di Kota Sorong tepatnya, mudah-mudahan ini menjadi awal yang bagus bagi beras Maleo yang akan menasional, dan setelah ini akan kita pikirkan untuk coba menyuplai ke daerah Ibu Kota Negara baru (IKN) di pulau Kalimantan,” kata David di Kota Palu, Kamis.

Ia menjelaskan, beras-beras lokal Sulawesi Tengah sejatinya memiliki peluang pasar yang bagus, hanya saja dalam peredarannya belum memiliki identitas khas untuk membedakan dengan beras daerah lain.

Hal itu diakui menjadi peluang bagi para kompetitor pasar beras, untuk melakukan transaksi murah dengan para petani di beberapa kabupaten/kota yang ada saat ini.

“Sehingga beras lokal Sulteng keluar tanpa merk, ketika sampai di luar diberi nama kemudian diberi kemasan yang bagus, setelah itu masuk lagi ke Sulteng dengan harga yang pasti sudah mahal,” jelasnya.

Ditambah lagi pengolahan pasca panen, rata-rata para petani yang ada saat ini masih menggunakan mesin konvensional maupun tradisional atau sering dikenal mesin satu pass (one pass).

Sehingga, akan berbeda jauh beras yang dihasilkan saat dilakukan pengolahan kembali berdasarkan standar serapan beras Bulog, dengan cara memisahkan broken serta menir beras.

Karena itu, pihak Bulog terus mendorong para petani ramah akan modernisasi teknologi untuk menambah kualitas beras yang dihasilkan.

Lihat juga...