D’Garden Cafe Upaya Koperasi Sahabat Damandiri Samiran Tingkatkan Perekonomian Warga

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BOYOLALI — Meski telah berhasil mengembangkan dan memajukan kawasan desa wisata Selo hingga seperti sekarang, Koperasi Sahabat Damandiri Samiran, yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri, tak pernah berhenti melakukan terobosan dan inovasi baru untuk terus memberdayakan dan meningkatkan perekonomian warga desa.

Hal tersebut dilakukan dengan terus mengembangkan sejumlah unit usaha yang dimiliki di sektor pariwisata, seperti Kampung Homestay, Warung Damandiri, maupun objek wisata taman bunga Merapi Garden. Terakhir, Koperasi Sahabat Damandiri Samiran yang terletak di DCML Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah ini baru saja meresmikan dan membuka sub unit usaha baru yakni D’garden Cafe.

Diluncurkan pada 29 Desember 2021 lalu, D’garden Cafe merupakan salah satu bagian pengembangan unit usaha Taman Bunga Merapi Garden. Dibangun di lokasi yang sama, cafe bergaya modern dan kekinian ini seolah menjadi pelengkap keberadaan objek wisata Merapi Garden yang menjual pemandangan eksotis di kawasan lereng pegunungan Merapi dan Merbabu ini.

“Dengan adanya D’garden Cafe ini, kini wisatawan yang berkunjung ke taman bunga Merapi Garden, tidak hanya bisa sekedar berfoto atau berselfie saja. Namun juga bisa mencicipi hidangan kuliner yang kita sediakan, sambil menikmati suasana serta pemandangan eksotis taman bunga di kawasan lereng gunung Merapi-Merbabu,” ujar Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Samiran, Bayu Pramana.

Selain memiliki potensi pasar yang luar biasa besar, cafe modern bergaya ala Eropa ini, juga dibangun Koperasi Sahabat Damandiri Samiran, untuk mengikuti tren atau perkembangan terbaru sektor pariwisata dan kuliner saat ini. Apalagi, di kawasan desa Samiran, sejak satu tahun terakhir, sudah mulai banyak bermunculan cefe serupa yang dibangun oleh investor asal luar daerah.

“Kami sebagai perintis awal (pengembangan usaha bidang pariwisata di kawasan Selo), tentu tak ingin ketinggalan. Karena itu, meski modal kita terbatas, kita tetap terus berupaya untuk mengembangkan unit-unit usaha pariwisata yang ada, dengan semaksimal mungkin,” katanya.

Bayu berharap adanya D’Garden Cafe ini, tak hanya mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan, maupun pendapatan objek wisata taman bunga Merapi Garden serta koperasi saja, namun juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar ke warga desa. Baik itu dalam membuka lapangan kerja baru, ataupun melatih pemuda desa agar mau berkecimpung di bidang pariwisata khususnya terkait usaha kuliner.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2017 silam, Yayasan Damandiri, yang merupakan yayasan yang didirikan Pak Harto, berupaya mengatasi persoalan kemiskinan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat di desa Samiran Selo Boyolali Jawa Tengah melalui program pemberdayaan Desa Cerdas Mandiri Lestari.

Selain mendirikan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera sebagai motor penggerak ekonomi, Yayasan Damandiri, juga mendirikan sejumlah unit usaha di sektor pariwisata. Mulai dari mendirikan Kampung Homestay dengan mengubah rumah-rumah warga menjadi penginapan, mendirikan Warung Damandiri, hingga menginisiasi pendirian objek wisata Taman Bunga Merapi Garden.

Pengunjung tengah menikmati hidangan di D’Garden Cafe yang terletak di kawasan objek wisata Taman Bunga Merapi Garden, DCML Samiran Selo Boyolali Jawa Tengah. Foto: Jatmika H Kusmargana

Hanya dalam kurun waktu beberapa tahun berjalan, upaya Yayasan Damandiri ini ternyata berhasil mengubah total kondisi perekonomian warga desa Samiran. Warga yang semula hanya mengandalkan sektor pertanian, kini mulai beralih ke sektor pariwisata. Dibuktikan dengan tumbuh pesatnya kawasan desa wisata Selo, yang kini dipenuhi tempat-tempat wisata baru, tempat-tempat penginapan atau homestay, hingga warung-warung makan hingga cafe.

Di samping mampu membuka lapangan kerja baru, pengembangan sektor pariwisata oleh Yayasan Damandiri lewat Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera ini juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga desa. Yang pada akhirnya secara perlahan diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan di desa terpencil kawasan lereng gunung Merapi dan Merbabu ini.

Lihat juga...