Disdikpora Yogyakarta: PTM 100 Persen Kapasitas Diawali Akhir Januari

YOGYAKARTA — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta berencana mengawali pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan menerapkan 100 persen kapasitas pada pekan terakhir Januari 2022.

“Rencananya akan dimulai 24 Januari. Tetapi kami akan terus evaluasi dan memantau bagaimana perkembangan kasus di Yogyakarta dan DIY,” kata Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta Budhi Asrori di Yogyakarta, Jumat.

Meskipun demikian, kata dia, PTM dengan 100 persen kapasitas tersebut belum akan sepenuhnya diterapkan di semua jenjang pendidikan.

“Hanya dikhususkan untuk jenjang SMP di semua tingkatan kelas mulai dari kelas 7, 8, dan 9. Sedangkan untuk jenjang SD hanya akan diterapkan pada kelas 5 dan kelas 6,” katanya..

Untuk penerapan PTM 100 persen kapasitas di kelas 1 hingga kelas 4 jenjang SD, kata dia, akan disesuaikan dengan capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang saat ini terus digencarkan di Kota Yogyakarta.

Sesuai tata kala, vaksinasi dosis 1 untuk anak 6-11 tahun di Kota Yogyakarta ditargetkan selesai pada Januari sehingga nantinya bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk penerapan PTM 100 persen kapasitas.

“Pertimbangan lain adalah kondisi penularan kasus di Kota Yogyakarta yang cenderung cukup baik. Atau temuan kasus harian tidak terlalu tinggi,” katanya.

Guna memastikan keamanan pelaksanaan PTM, juga dilakukan surveilance atau pemeriksaan COVID-19 kepada siswa yang dilakukan di seluruh jenjang pendidikan dari SD, SMP, SMA dan SMK. Setiap sekolah akan diambil sampel 10 persen untuk dilakukan pemeriksaan COVID-19.

Kegiatan serupa juga dilakukan pada tahun lalu dengan menyasar sektar 2.500 siswa dan diketahui sekitar 50 siswa terkonfirmasi positif COVID-19.

“Sekolah yang nantinya sudah bisa menjalankan PTM 100 persen kapasitas diminta untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Kami sudah lakukan evaluasi, ada beberapa yang kurang tetapi sekolah sudah diminta untuk memperbaiki,” katanya.

Sejak awal Januari, kata Budhi Asrori, Kota Yogyakarta baru menerapkan PTM dengan kapasitas terbatas yaitu 70 persen dari total siswa dengan harapan sekolah mampu beradaptasi menjalankan protokol kesehatan dengan baik saat harus mengelola PTM yang diikuti banyak siswa.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi juga mengingatkan sekolah untuk benar-benar menegakkan protokol kesehatan selama PTM.

“Protokol kesehatan ini senjata untuk menghindari penularan termasuk dari varian Omicron meskipun sampai sekarang belum terdeteksi di Yogyakarta,” katanya.

Sekolah diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana protokol kesehatan, sedangkan siswa diminta tetap menjalankan protokol kesehatan, tidak hanya saat berada di sekolah tetapi juga di aktivitas keseharian mereka, demikian Heroe Poerwadi. [Ant]

Lihat juga...