Harga Minyak Sawit Stabil Tinggi Berkah Bagi Produsen Minyak Kelapa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Kenaikan harga minyak goreng sawit, sebagai dampak adanya lonjakan harga CPO (Crude Palm Oil) atau Minyak Sawit Mentah di pasar dunia, sejak beberapa waktu terakhir ternyata menjadi berkah tersendiri bagi para produsen minyak kelapa yang ada di Sleman Yogyakarta.

Pasalnya, naiknya harga minyak goreng Sawit di tanah air beberapa waktu belakangan, secara langsung juga ikut mendongkrak harga jual minyak goreng kelapa. Tak hanya itu, naiknya harga minyak goreng sawit ini, juga mendorong peningkatan permintaan terhadap minyak goreng kelapa.

Seperti dirasakan salah seorang produsen minyak goreng kelapa Untung Suroso, asal Kelompok Tani Perkebunan Barepan, Sumberrahayu Moyudan Sleman Yogyakarta. Ia menyebut, semenjak ada kenaikan harga minyak goreng sawit, permintaan konsumen terhadap minyak kelapa naik cukup signifikan.

“Dulu permintaan paling hanya sekitar 20-30 liter per hari. Tapi saat ini meningkat menjadi 40-50 liter per hari. Hal ini disebabkan karena dengan harga yang sama, konsumen cenderung memilih menggunakan minyak goreng kelapa yang secara kualitas memang lebih bagus dibanding minyak goreng sawit,” katanya, Selasa (11/01/2022).

Sementara itu, adanya kenaikan harga minyak goreng sawit juga memicu kenaikan harga jual minyak kelapa yang juga ikut terdongkrak. Seperti misalnya harga jual minyak goreng kelapa premium yang sebelumnya hanya dijual di kisaran Rp25 ribu, kini naik menjadi Rp28 ribu di tingkat produsen.

“Karena harga minyak goreng sawit naik, otomatis harga jual minyak goreng kelapa juga ikut naik. Ini terjadi sesuai permintaan pasar. Meskipun sebenarnya dari sisi biaya produksi tidak ada peningkatan. Karena bahan baku minyak goreng kelapa kan dari kelapa, bukan dari sawit,” ungkapnya.

Sebagai produsen Untung mengaku cukup diuntungkan dengan adanya kenaikan harga jual minyak goreng kelapa ini. Meskipun naik turunnya harga jual minyak goreng kelapa seperti ini sudah menjadi sikus rutin yang biasa terjadi setiap tahunnya.

Memiliki sekitar 30 anggota, Kelompok Tani Perkebunan Barepan, Sumberrahayu Moyudan Sleman sendiri mampu memproduksi sekitar 35 liter minyak goreng kelapa setiap harinya. Mereka memproduksi minyak goreng kelapa dengan teknologi sederhana. Mulai dari memanen sendiri buah kelapa, memprosesnya menjadi minyak mentah. Hingga melakukan pengolahan tahap lanjutan yakni pemurnian.

“Dari proses pengolahan ini kita bisa menghasilkan sejumlah produk. Baik itu beberapa jenis minyak kelapa, serta blondo yang merupakan hasil sampingan berupa protein tidak terlarut. Blondo ini harganya cukup tinggi, mencapai Rp45 ribu per kilo. Biasanya digunakan untuk bahan campuran pembuatan makanan, seperti gudeg,” katanya.

Sementara itu, untuk minyak kelapa yang dihasilkan, Untung menyebut terdapat beberapa tingkatan. Mulai dari minyak goreng curah sebagai hasil awal pengolahan. Minyak goreng premium/white produk dan yellow produk dengan kualitas yang lebih bagus karena telah melewati proses pemurnian. Hingga minyak kelapa murni atau biasa disebut Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai hasil terbaik.

“Untuk VCO harganya sekitar Rp100 ribu per liter. Minyak kelapa premium/white produk Rp30 ribu per liter. Yellow produk Rp28 ribu per liter. Sedangkan minyak curah Rp21 ribu per liter. Namun saat ini kita sudah tidak memproduksi minyak curah, karena semua kita proses lagi jadi yellow produk atau white produk,” pungkasnya.

Lihat juga...